Jumat, 22 Mei 2026

Dukung Swasembada Pangan dan Hilirisasi Pertanian, Kementan Gandeng Kemendiktisaintek dan BRIN Perkuat Riset

Senin, 16 Maret 2026 11:18 WIB
Dukung Swasembada Pangan dan Hilirisasi Pertanian, Kementan Gandeng Kemendiktisaintek dan BRIN Perkuat Riset
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Mendiktisaintek Brian Yuliarto serta Kepala BRIN Arif Satria menandatangani kesepakatan bersama tentang sinergi riset dan inovasi untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan hilirisasi komoditas pertan

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional memperkuat sinergi riset dan inovasi untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan serta hilirisasi komoditas pertanian nasional.


Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala BRIN Arif Satria di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis.


Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang dapat langsung diterapkan di sektor pertanian sekaligus mendorong penguatan industri berbasis komoditas pangan nasional.


Dalam sambutannya, dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian tidak dapat berkembang tanpa dukungan riset dan inovasi yang kuat. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan industri sangat penting agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Pertanian pangan tidak mungkin maju tanpa inovasi. Banyak penelitian di perguruan tinggi yang sangat baik, tetapi kalau tidak ditarik menjadi kebijakan dan tidak masuk ke industri, maka hanya berhenti di atas kertas,” ujar Mentan Amran.


Ia menambahkan bahwa sinergi antara riset dan kebijakan dapat memberikan dampak besar bagi pembangunan pertanian nasional. Berbagai kebijakan strategis di sektor pertanian, menurutnya, lahir dari gagasan dan inovasi yang kemudian diterjemahkan pemerintah menjadi program nyata di lapangan.


“Ketika inovasi masuk ke pemerintah dan diterjemahkan menjadi kebijakan, dampaknya bisa sangat besar bagi masyarakat. Inilah yang ingin kita dorong bersama melalui kolaborasi ini,” tambahnya.


Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi lebih nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional.


Ia menjelaskan bahwa selama ini masih banyak hasil penelitian dari dunia akademik yang belum mampu menembus pasar karena kurangnya kolaborasi dengan pemerintah dan industri.


“Lebih dari 90 persen bahkan hampir 99 persen hasil penelitian di dunia akademik tidak berhasil masuk ke pasar komersial. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dan industri menjadi sangat penting agar inovasi bisa benar-benar dimanfaatkan,” ungkap Brian.


Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengonsolidasikan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk lebih fokus pada pengembangan riset komoditas strategis yang dapat mendukung kemandirian pangan nasional.


Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menilai sektor pertanian merupakan fondasi penting bagi pembangunan dan peradaban bangsa sehingga perlu didukung oleh riset dan teknologi yang kuat.


Menurutnya, BRIN telah menyiapkan peta jalan riset pangan nasional agar pengembangan inovasi antara lembaga riset dan perguruan tinggi dapat berjalan selaras dan tidak saling tumpang tindih.


Saat ini, BRIN juga telah menghasilkan 188 paten di bidang pangan serta berbagai produk inovasi yang siap dimanfaatkan oleh industri.


“Kami ingin BRIN goes to industry ke stakeholder termasuk Kementerian Pertanian agar produk bisa dimanfaatkan di lapangan dan membawa dampak nyata. Dari riset dan berbagai inovasi, hasilnya bisa dirasakan masyarakat dan industri,” jelasnya.


Sebagai informasi, kesepakatan bersama antara Kementerian Pertanian, Kemendiktisaintek, dan BRIN mencakup koordinasi dan sinkronisasi program riset pada berbagai komoditas strategis seperti padi, jagung, kedelai, gandum, sorgum, bawang putih, sawit, kelapa, kopi, kakao, lada, pala, hingga ayam.


Selain itu, kerja sama juga meliputi pengembangan alat dan mesin pertanian, pupuk, teknologi pengolahan pascapanen, serta berbagai inovasi yang mendukung modernisasi sektor pertanian.


Kesepakatan yang melibatkan sedikitnya 18 perguruan tinggi di Indonesia ini juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, pertukaran data dan informasi, serta pemanfaatan hasil riset untuk mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional.


Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap inovasi dan teknologi pertanian dapat berkembang lebih cepat, memperkuat kemandirian pangan nasional, serta meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar global. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru