Cilacap (buseronline.com) - Menjelang arus mudik dan libur Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas di Kilang Cilacap terus berjalan tanpa henti. Di balik nyala obor kilang yang menjadi simbol denyut industri energi nasional, para pekerja memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
Kesiapan tersebut salah satunya ditopang oleh inovasi operasional Block Mode yang mulai diterapkan sejak Mei 2024. Inovasi ini memungkinkan kilang mengolah campuran minyak mentah secara lebih fleksibel dan efisien di Kilang I Cilacap, yang sebelumnya hanya bertumpu pada pasokan minyak mentah (crude) dari kawasan Timur Tengah.
Manager Refinery Business & Optimization Kilang Cilacap, Endah Purbarani, menjelaskan bahwa sebagai kilang terbesar di Indonesia, Kilang Cilacap terus melakukan berbagai terobosan untuk memaksimalkan fasilitas yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
“Block Mode merupakan hasil kolaborasi tim Kilang Cilacap yang didukung penuh oleh kantor pusat. Inovasi ini memungkinkan pengolahan crude mix sehingga dapat meningkatkan yield produk bernilai tinggi sekaligus memperkuat kinerja kilang,” ujar Endah, Senin.
Melalui inovasi Block Mode serta pengolahan cocktail crude, Kilang Cilacap mampu menjaga keandalan produksi sekaligus memastikan stok energi tetap aman selama periode peningkatan konsumsi BBM.
Dilansir dari laman Pertamina, operasional kilang kini tidak hanya bertumpu pada minyak mentah dari Timur Tengah, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai jenis minyak mentah lain yang memiliki karakteristik serupa.
Diketahui, cocktail crude merupakan hasil pencampuran atau blending beberapa jenis minyak mentah guna meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional kilang.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan Kilang Cilacap memiliki kapasitas pengolahan terbesar di Indonesia, yakni mencapai 348 ribu barel per hari. Kapasitas tersebut mampu menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional.
“Kilang Cilacap beroperasi optimal untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat. Saat ini stok produk BBM juga berada di atas target minimum yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Agustiawan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu atau informasi yang tidak jelas kebenarannya terkait ketersediaan BBM.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran operasional kilang dan distribusi energi. Melalui sinergi operasional dan komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan, kami berupaya menjaga keandalan kilang sehingga masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Bagi masyarakat di sekitar Cilacap, kilang yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) ini bukan hanya pusat pengolahan energi, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dari fasilitas inilah energi diproduksi untuk menggerakkan kendaraan yang membawa jutaan pemudik pulang ke kampung halaman, mempertemukan kembali keluarga di hari yang fitri. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar