Sragen (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali meninjau pasar tradisional guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting menjelang Lebaran 2026. Kali ini, pemantauan dilakukan di Pasar Gondang, Kabupaten Sragen, Rabu.
Dalam kunjungannya, dilansir dari laman Jatengprov, gubernur berdialog langsung dengan sejumlah pedagang dan pembeli untuk menanyakan stok serta harga berbagai komoditas, seperti bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, dan cabai.
Dari hasil pemantauan tersebut, Ahmad Luthfi memastikan stok pangan masih dalam kondisi aman. Meski terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan, secara umum harga dinilai masih dalam batas wajar.
“Secara umum kondisi pasokan pangan di pasar tradisional masih terkendali. Kalau ada kenaikan, masih dalam batas wajar,” ujarnya.
Namun demikian, ia menginstruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk melakukan intervensi terhadap komoditas yang harganya berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Beberapa komoditas yang terpantau berada di atas HAP di antaranya cabai rawit merah, tepung terigu curah, dan bawang putih. Sementara komoditas yang perlu diwaspadai kenaikannya menjelang Lebaran meliputi telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, serta gula konsumsi.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai langkah intervensi, termasuk pemberian subsidi harga pangan serta penyelenggaraan pasar murah. Hingga awal Maret 2026, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar sebanyak 309 kali di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Selain itu, pemerintah provinsi juga menyalurkan subsidi cabai sebanyak tiga ton di 15 kabupaten yang mengalami lonjakan harga tertinggi.
Salah seorang pedagang di Pasar Gondang, Nur, mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas. Ia menyebut harga cabai rawit merah saat ini berada pada kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.
“Saat Ramadan biasanya pembelian berkurang, apalagi kalau harga naik. Bawang merah dan bawang putih stabil tinggi, tapi yang mahal cabai rawit setan,” katanya.
Sementara itu, pedagang daging sapi, Bagong, mengatakan harga daging masih stabil di kisaran Rp110 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga biasanya terjadi mendekati Lebaran.
“Pembelinya kebanyakan langganan, jadi tidak terlalu berpengaruh. Biasanya kalau mendekati Lebaran bisa naik. Dulu-dulu kenaikannya sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” ujarnya.
Pedagang sembako lainnya, Santi, menyebut harga bawang merah, bawang putih, dan telur relatif stabil meskipun sempat mengalami kenaikan. Harga telur, misalnya, sempat naik dari Rp28 ribu menjadi Rp31 ribu per kilogram.
“Harapannya menjelang Lebaran jangan naik tinggi-tinggi, supaya pembeli tidak turun,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi didampingi Bupati Sragen Sigit Pamungkas dan Wakil Bupati Suroto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan BUMD terkait.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga di lapangan dan melakukan intervensi cepat apabila terjadi lonjakan signifikan, guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar