Selasa, 06 Oktober 2026

Perkuat Fungsi Instrumen Fiskal, Ini Tiga Pesan Wamenkeu Juda Agung untuk PT SMI

Rabu, 04 Maret 2026 09:00 WIB
Perkuat Fungsi Instrumen Fiskal, Ini Tiga Pesan Wamenkeu Juda Agung untuk PT SMI
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan arahan pada peringatan HUT ke-17 PT SMI di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan tiga poin instruksi strategis bagi PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang telah berkiprah selama 17 tahun dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Dalam arahannya di Jakarta, Kamis, Wamenkeu menegaskan bahwa PT SMI bukan sekadar perusahaan pembiayaan, melainkan instrumen strategis negara atau development finance institution yang berfungsi sebagai alat kebijakan fiskal.

Peran tersebut, kata dia, memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas fiskal negara.

“Ketika ada daerah yang terdampak bencana misalnya PT SMI hadir melakukan restrukturisasi agar APBD tidak kolaps. Ketika transisi energi harus berjalan tanpa membebani fiskal APBN, PT SMI melakukan blended finance, pembiayaan blending. Itulah fungsi negara hadir melalui PT SMI,” ujar Juda Agung.

Memasuki usia ke-17, dilansir dari laman Kemenkeu, Juda menekankan pentingnya rekam jejak yang jelas dan mandat yang tegas. Ia meminta agar setiap pembiayaan yang disalurkan memiliki kerangka dampak yang terukur dan tidak bersifat abstrak.

Menurutnya, keberhasilan tidak cukup diukur dari terserapnya anggaran atau selesainya proyek semata, tetapi harus dilihat dari perubahan nyata terhadap kualitas hidup masyarakat yang dihasilkan dari proyek tersebut.

Terkait penguatan green portfolio, Juda mengingatkan agar label “hijau” tidak hanya menjadi simbol atau kosmetik semata. Proyek energi terbarukan harus memiliki struktur keuangan yang kuat sehingga tidak menimbulkan risiko fiskal baru di kemudian hari.

Ia juga mendorong optimalisasi skema blended finance, yakni penggabungan pendanaan komersial dan konsesional, untuk mendukung pembiayaan infrastruktur sosial dan transisi energi secara berkelanjutan.

Poin ketiga yang menjadi perhatian adalah tata kelola (governance). Juda menilai aspek ini sangat krusial, terlebih PT SMI berencana menerbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur SMI (ORIS) tahun ini. Instrumen tersebut melibatkan dana publik sehingga membutuhkan transparansi dan disiplin tata kelola yang lebih kuat guna menjaga kepercayaan masyarakat.

“Begitu kepercayaan goyah, semuanya akan runtuh. Jika tata kelola longgar, seluruh capaian selama 17 tahun bisa hilang seketika,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Juda berharap PT SMI dapat terus memperkuat perannya sebagai instrumen fiskal negara sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia di masa mendatang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Personel Satbrimob Polda Metro Jaya Sumbang Medali Perunggu untuk Indonesia di Asian Games 2026
HUT ke-81 Tapanuli Utara, Pemkab Serahkan Beragam Penghargaan dan Bantuan
HUT ke-81 Tapanuli Utara, Bupati JTP Hutabarat Tekankan Pertanian sebagai Penggerak Ekonomi
Presiden Prabowo Panggil Kepala Bakom, Tekankan Komunikasi Pemerintah Harus Dekat dengan Masyarakat
Pertamina Dorong UMKM Batik Inklusif, Libatkan Penyandang Disabilitas
IMSO-23 Kembali Digelar di Indonesia, 23 Negara Ambil Bagian
komentar
beritaTerbaru