Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 mampu menembus angka 6 persen.
Keyakinan tersebut didasarkan pada tren pemulihan ekonomi yang mulai menguat sejak triwulan IV 2025, yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,39 persen setelah sebelumnya mengalami perlambatan.
Purbaya menilai capaian tersebut menunjukkan fondasi ekonomi nasional yang semakin solid dan menjadi modal penting untuk mendorong akselerasi pertumbuhan pada tahun depan.
Menurutnya, strategi utama pemerintah adalah mengaktifkan dua mesin pertumbuhan secara bersamaan, yakni sektor swasta dan stimulus pemerintah.
“Pertama, saya hidupkan fiskal, sudah mulai jalan. Moneter, private sector sudah mulai jalan. Itu sudah 6 persen lebih di atas kertas. Kalau behavior sistemnya tidak berubah, kira-kira seperti itu. Kemudian saya perbaiki iklim investasi,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, pemerintah akan terus memastikan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter berjalan seiring dengan perbaikan iklim usaha. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan likuiditas, optimalisasi belanja negara, serta pemberian kepastian dan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha.
Untuk mendorong investasi, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Debottlenecking yang bertugas menyelesaikan berbagai hambatan struktural dalam dunia usaha. Hingga saat ini, sebanyak 44 kasus debottlenecking telah berhasil diselesaikan.
“Saya yakin dalam setahun sudah hilang sebagian besar masalah yang mengganggu para pengusaha di Indonesia,” ucap Bendahara Negara.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap masuknya barang ilegal yang berpotensi mengganggu industri dalam negeri. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi pasar domestik sekaligus menjaga daya saing produk nasional.
Purbaya memastikan stimulus fiskal tetap akan diberikan guna menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 T yang dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk dukungan konsumsi menjelang Lebaran serta pembayaran gaji ke-13.
Menutup keterangannya, dilansir dari laman Kemenkeu, Menkeu menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini tengah memasuki fase ekspansi jangka menengah yang diproyeksikan dapat berlangsung hingga periode 2030–2033.
“Jadi masyarakat tidak usah khawatir, kita sedang membawa ekonomi Indonesia ke arah menuju Indonesia Emas,” tegasnya.
Dengan kombinasi penguatan mesin domestik, perbaikan iklim investasi, serta kebijakan fiskal yang efisien dan terukur, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin kuat dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar