UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
Semarang (buseronline.com) Kreativitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Tengah dalam mengolah limbah menjadi produk ber
Ekonomi 32 menit lalu
Semarang (buseronline.com) - Rumah Bersama Ekspor Jawa Tengah atau Central Java Trade and Export Center (CJTEC) resmi diluncurkan di Grand Candi Hotel Semarang, Jumat. Kehadiran CJTEC diharapkan menjadi jembatan strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Tengah untuk memperluas akses dan menembus pasar global.
Peluncuran dilakukan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, bersama Direktur Kadin Indonesia Trading House (ITH) Esther Mandagi, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto, serta Koordinator CJTEC Syahnaz Nadya.
Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin, mengatakan CJTEC dirancang sebagai “rumah bersama” yang menghubungkan UMKM dengan peluang ekspor ke berbagai negara. Menurutnya, selama ini pelaku UMKM masih menghadapi banyak kendala untuk masuk pasar internasional, mulai dari perbedaan budaya, bahasa, hingga karakteristik pasar.
“Sehingga nanti harapannya CJTEC ini bisa menjadi penghubung, menjadi pendamping, supaya mereka bisa ke pasar global,” ujar Nawal.
Ia menjelaskan, CJTEC tidak hanya berperan sebagai penghubung, tetapi juga sebagai pendamping UMKM agar lebih siap bersaing di pasar internasional. Salah satu fungsi utamanya ialah sebagai rumah kurasi produk, sehingga kualitas dan kesiapan produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar tujuan.
“Selama ini kita banyak dibantu oleh Bank Indonesia dalam proses kurasi, tetapi dengan hadirnya CJTEC, pelaku UMKM bisa lebih memahami karakteristik pasar seperti apa,” imbuhnya.
Menurut Nawal, meskipun jumlah UMKM di Jawa Tengah sangat besar, jumlah yang mampu mengikuti pameran maupun ekspor masih terbatas. Karena itu, CJTEC diharapkan menjadi wadah kurasi dan pembinaan agar produk UMKM memenuhi standar kualitas dan memiliki daya saing tinggi.
Selain itu, Dekranasda Jateng juga akan melibatkan CJTEC dalam fasilitasi business matching atau temu bisnis antara pengrajin UMKM dengan calon pembeli maupun eksportir.
“Ke depan kita harus menumbuhkan keberanian UMKM yang masih embrio supaya naik kelas. Kemudian business matching juga harus dilakukan di Dekranasda, nantinya bisa juga dengan CJTEC ini,” jelasnya.
Dari sisi kinerja perdagangan, dilansir dari laman Diskomdigi Jateng, Nawal mengungkapkan ekspor nonmigas Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Pada November 2025, nilai ekspor tercatat naik 14,59 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, dari 977,97 juta dolar AS menjadi 1.120,69 juta dolar AS.
Secara kumulatif, Januari–November 2025, ekspor Jateng mencapai 11.433,61 juta dolar AS atau meningkat 9,69 persen dibanding periode 2024 sebesar 10.024,54 juta dolar AS. Negara tujuan utama ekspor meliputi Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.
Ia menambahkan, sejumlah produk unggulan Jateng telah diminati pasar global, di antaranya Naruna Ceramik dari Salatiga dengan produk peralatan dapur dan rumah tangga, serta Roro Kenes dari Kota Semarang yang dikenal dengan tas anyaman kulit.
Tak hanya itu, sektor tenun troso dari Jepara juga memiliki potensi besar dengan 344 unit usaha dan nilai ekonomi mencapai Rp25,8 M per bulan.
Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Dekranasda menerapkan pola pembinaan berjenjang, di mana UMKM yang telah berkembang turut membina pelaku usaha yang masih merintis.
“Bagaimana UMKM yang besar itu membina UMKM yang kecil. Ini menjadi salah satu program prioritas Dekranasda Jawa Tengah,” kata Nawal.
Sementara itu, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto menyampaikan, gagasan pembentukan Rumah Bersama Ekspor muncul dari banyaknya tantangan dunia usaha, khususnya UMKM, mulai dari persaingan ketat, ketertinggalan digitalisasi, hingga standar produk pasar global.
Menurutnya, CJTEC akan mengintegrasikan berbagai fungsi strategis, seperti pusat data dan intelijen ekspor, rumah kurasi dan kesiapan ekspor, jejaring bisnis, pusat peningkatan kapasitas, fasilitasi pembiayaan, hingga kebijakan vokasi bagi pelaku usaha.
“Kami berharap bisa bersama-sama bergabung dalam ekosistem CJTEC dan berkolaborasi untuk melangkah lebih cepat, lebih jauh menembus pasar global,” ujar Harry.
Dengan peluncuran CJTEC, diharapkan tercipta ekosistem ekspor UMKM yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga produk unggulan Jawa Tengah mampu bersaing di tingkat internasional. (R)
Semarang (buseronline.com) Kreativitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Tengah dalam mengolah limbah menjadi produk ber
Ekonomi 32 menit lalu
Jakarta (buseronline.com) Vietnam memastikan tiket ke final Piala AFF 2026 setelah menyingkirkan Malaysia dengan agregat telak 40. Hasil
Olahraga 2 jam lalu
Madrid (buseronline.com) La Liga 2026/2027 resmi memasuki musim baru dengan persaingan 20 klub terbaik Spanyol. Kompetisi kasta tertinggi
Olahraga 3 jam lalu
Roma (buseronline.com) Serie A 2026/2027 resmi memasuki persaingan baru dengan melibatkan 20 klub yang akan bertarung memperebutkan gelar
Olahraga 3 jam lalu
Balige (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menyambut kedatangan sekitar 30 delegasi Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) ya
Ekonomi 11 jam lalu
Ruteng (buseronline.com) Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelayanan kesehatan bagi korban gempa di RSUD
Kesehatan 15 jam lalu
Jayawijaya (buseronline.com) Gangguan tembakan terjadi di sekitar Polsek Asologaima, Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawij
Hukum & Peristiwa 18 jam lalu
Kuningan (buseronline.com) Ratusan murid merayakan HUT ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan Hari Anak Merdeka 2026 di Pas
Pendidikan 18 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Lebih dari 150 ribu masyarakat memadati kawasan Istana Merdeka dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk meng
Regional 18 jam lalu
Medan (buseronline.com) Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara di Jalan Adinegoro Nomor 4, Medan, kembali dibob
Hukum & Peristiwa 19 jam lalu