Jumat, 21 Agustus 2026

Empat Tantangan Demografi Indonesia ke Depan Dipaparkan Wamenkeu

Jumat, 26 Desember 2025 09:06 WIB
Empat Tantangan Demografi Indonesia ke Depan Dipaparkan Wamenkeu
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan empat tantangan demografi masa depan Indonesia dalam United Nations Population Fund (UNFPA) High-Level Dialogue yang digelar di Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang cukup berhasil dalam mengelola isu kependudukan melalui program Keluarga Berencana (KB) yang telah dijalankan sejak dekade 1970-an.

Keberhasilan tersebut kini mulai menunjukkan hasil nyata dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan nasional. Namun demikian, seiring meningkatnya kualitas hidup dan dinamika penduduk, Indonesia juga dihadapkan pada tantangan demografi baru di masa depan.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat empat tantangan utama demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa dekade ke depan, yang belum pernah dialami pada periode sebelumnya. Hal tersebut disampaikannya dalam United Nations Population Fund (UNFPA) High-Level Dialogue yang digelar di Jakarta, Selasa.

Tantangan pertama adalah peningkatan pendapatan masyarakat yang diikuti dengan bertumbuhnya kelas menengah. Kondisi ini mendorong meningkatnya aspirasi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta partisipasi sosial dan politik.

Menurut Suahasil, peningkatan pendapatan per kapita, baik di tingkat nasional maupun regional, akan memunculkan pola pikir dan tuntutan sosial yang berbeda dibandingkan masa lalu. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan pendekatan dan kebijakan baru untuk menjawab perubahan tersebut.

“Kita tahu bahwa middle class, kelompok middle class yang meningkat itu bergerak sejajar dengan aspirasi yang meningkat. Aspirasi mengenai pendidikan, aspirasi mengenai kesehatan, termasuk aspirasi politik yang juga akan meningkat. Dia tidak hanya menginginkan untuk dirinya sendiri, bahkan dia menginginkan untuk generasi berikutnya, their offspring. Nah itu akan menjadi sangat-sangat penting. Ini mesti di-handle,” ungkap Suahasil.

Tantangan kedua yang disoroti adalah laju urbanisasi yang semakin tinggi. Wamenkeu memperkirakan sekitar 70 persen penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan dalam 20 hingga 25 tahun ke depan. Kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri karena adanya perbedaan karakteristik, kebutuhan, serta aspirasi antara masyarakat perkotaan dan perdesaan.

Menurutnya, urbanisasi harus diantisipasi melalui perencanaan pembangunan yang matang, terintegrasi, dan inklusif agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial maupun tekanan berlebihan terhadap infrastruktur perkotaan.

Tantangan ketiga adalah aging population atau meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut. Seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, struktur demografi Indonesia ke depan akan semakin didominasi oleh kelompok usia tua.

Dalam hal ini, Suahasil menekankan pentingnya memanfaatkan peluang second demographic dividend, sehingga peningkatan usia harapan hidup tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional, bukan justru menjadi beban fiskal dan sosial.

Sementara itu, tantangan keempat adalah pemberdayaan dan peningkatan partisipasi perempuan dalam ekonomi. Wamenkeu menilai partisipasi perempuan, baik di pasar tenaga kerja maupun dalam aktivitas ekonomi secara luas, merupakan faktor kunci bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

“Menurut saya juga tantangan besar kita yaitu female participation in the economy. Bukan hanya in the labor market, tapi in the economy. Karena kalau hanya sekadar di labor market, nanti akan ada orang yang bilang itu tidak ada market-nya, tidak ada nilainya. Padahal di dalam ekonomi, perempuan memiliki nilai yang luar biasa dan menjadi salah satu pilar penting dari pertumbuhan ekonomi,” pungkas Suahasil.

Melalui pemetaan empat tantangan demografi tersebut, pemerintah diharapkan dapat menyiapkan kebijakan fiskal dan pembangunan yang adaptif, inklusif, serta berkelanjutan guna memastikan bonus demografi Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal di masa mendatang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Kementan Gelontorkan Rp55,65 Miliar untuk Dorong Swasembada Bawang Putih di Lombok Timur
Barcelona Juara Joan Gamper 2026, Kalahkan Al Ahly 2-1
Atletico Madrid Kalahkan Malaga 2-0
NEC Nijmegen Tumbang 1-3 dari Bodo/Glimt, Peluang ke Liga Champions Terancam
USU Catat Sejumlah Capaian dan Perkuat Ambisi Menuju Kampus Berdaya Saing Global
Presiden Prabowo Apresiasi Petugas Upacara HUT ke-81 RI di Hambalang
komentar
beritaTerbaru