Minggu, 04 Oktober 2026

Ahmad Luthfi: Kolaborasi Banyak Pihak Jadi Kunci Pembangunan Jawa Tengah

Jumat, 12 Desember 2025 09:24 WIB
Ahmad Luthfi: Kolaborasi Banyak Pihak Jadi Kunci Pembangunan Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menjadi narasumber dalam Berita Satu Regional Forum 2025 yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Dok/Humas Jateng)
Jakarta (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pembangunan di provinsi ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Pendekatan pemerintahan kolaboratif (collaborative government) menjadi kunci dalam mendorong kemajuan Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Luthfi saat menjadi narasumber pada acara Berita Satu Regional Forum 2025, yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu.

“Kolaborasi dilakukan dengan mengintegrasikan program antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Tidak cukup itu, kolaborasi juga harus melibatkan instansi terkait, seluruh potensi masyarakat, perguruan tinggi, serta sektor swasta,” ujar Ahmad Luthfi.

Pemprov Jawa Tengah saat ini telah menjalin kerja sama dengan puluhan rektor perguruan tinggi di wilayahnya. Kerja sama dengan universitas dari luar Jawa Tengah juga telah dilakukan dan akan terus dikembangkan, demi memperkuat sinergi pembangunan.

“Kita gandeng beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini adalah cara bersama-sama membangun Jawa Tengah,” terang Luthfi.

Selain itu, Luthfi menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan APBD. Kontribusi dari sektor investasi menjadi salah satu pendorong utama. Realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,13 T.

Gubernur Luthfi juga mendorong pengembangan konsep aglomerasi antarwilayah. Artinya, daerah-daerah di setiap eks-karesidenan di Jawa Tengah perlu bekerja sama dengan wilayah sekitarnya dalam sektor ekonomi, pariwisata, dan bidang lainnya.

“Di Jawa Tengah terdapat enam eks-karesidenan. Kami dorong adanya aglomerasi untuk menumbuhkan ekonomi baru,” jelasnya.

Kolaborasi pembangunan juga diperluas hingga antarprovinsi. Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Jawa Timur, dan lain-lain. Kerja sama ini mencakup investasi, UMKM, ketahanan pangan, dan pengelolaan BUMD.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat ketahanan daerah secara menyeluruh. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Bupati Taput Buka Tapanuli Highlands Festival 2026, Ikut Renang 1,2 Kilometer di Danau Toba
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
komentar
beritaTerbaru