Sabtu, 22 Agustus 2026

Puluhan UMKM Santri di Kudus Pamerkan Karya Kreatif, Taj Yasin dan Nawal Arafah Beri Apresiasi

Kamis, 23 Oktober 2025 10:28 WIB
Puluhan UMKM Santri di Kudus Pamerkan Karya Kreatif, Taj Yasin dan Nawal Arafah Beri Apresiasi
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin meninjau stan pameran UMKM santri dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Kudus, Selasa (21/10/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Kudus (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, menghadiri pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Kudus, Selasa.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin mengapresiasi partisipasi 76 stan UMKM dari pondok pesantren dan pelaku usaha lokal yang turut memeriahkan acara. Ia menyebut kegiatan itu tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HSN, tetapi juga wadah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM berbasis pesantren.

“Alhamdulillah ada 76 stan dari pondok pesantren dan UMKM di Jawa Tengah yang ikut pameran. Insyaallah ini bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor UMKM di Jawa Tengah,” ujar Wagub saat membuka acara.

Taj Yasin yang hadir bersama Nawal Arafah Yasin, didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, tampak antusias menyambangi satu per satu stan pameran. Keduanya memuji kreativitas dan kualitas karya para santri yang dinilai mampu bersaing di pasar luas.

“Selain memperingati Hari Santri Nasional, kegiatan ini juga menjadi momentum menggerakkan perekonomian masyarakat dan UMKM Kudus serta di seluruh Jawa Tengah,” tambahnya.

Menurut Taj Yasin, pameran UMKM santri ini merupakan langkah penting dalam memperkenalkan produk pesantren kepada masyarakat. Produk-produk hasil karya santri kini semakin beragam, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, hingga produk kreatif yang bernilai jual tinggi.

“Dengan adanya pameran ini, masyarakat jadi lebih mengetahui produk pesantren seperti apa. Ini bagian dari promosi dan pengembangan ekonomi pesantren,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah produk UMKM binaan pesantren di Jawa Tengah kini mulai menarik perhatian pembeli dari luar negeri. Salah satunya berasal dari pondok pesantren di Jepara yang memproduksi air minum dalam kemasan, bahkan sudah digunakan dalam berbagai acara resmi di daerah tersebut.

“Produk-produk dari pesantren itu sudah bagus-bagus. Bahkan ada yang sudah menerima pesanan dari luar negeri,” ujarnya bangga.

Terkait kendala permodalan yang kerap dihadapi pelaku UMKM, pemerintah provinsi, lanjutnya, menggandeng sejumlah lembaga keuangan seperti Bank Jateng, Bank Jateng Syariah, Bank Indonesia (BI), dan Baznas untuk memberikan akses pembiayaan dan pendampingan usaha.

“Kalau tantangannya permodalan, kita hadirkan lembaga keuangan untuk membantu,” tutur Gus Yasin.

Salah satu peserta pameran, Imam Ahmad Sauri, menyampaikan bahwa produk unggulan yang dipamerkannya meliputi air mineral, kitab, dan ukiran kaligrafi pada media cermin. Produk ukiran tersebut kini banyak diminati masyarakat Jepara dan sekitarnya karena dapat dipesan secara custom.

“Alhamdulillah, santri bisa tetap belajar agama sambil berwirausaha. Jadi seimbang antara ngaji dan bisnis,” ujar Imam.

Sementara itu, pemilik UMKM Kopi Mentari Kudus, Rikna Hana, menjelaskan bahwa produk kopinya berasal dari biji pilihan Pegunungan Muria yang diolah secara mandiri oleh tim produksinya di Kudus.

“Kopi ini asli dari Pegunungan Muria dan diproduksi sendiri di pabrik kami,” katanya.

Rikna mengaku bangga dapat ikut serta dalam pameran ini karena menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.

“Harapannya produk UMKM kita bisa terus maju, penjualannya meningkat, dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Jawa Tengah maupun seluruh Indonesia,” ujarnya optimistis.

Pameran UMKM santri tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025 di Jawa Tengah yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi pesantren serta memperluas jejaring usaha bagi para pelaku UMKM santri. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemprov Sumut Siapkan Rp50 Miliar untuk Modal UMKM Tahun 2027
Bareskrim Bongkar Penipuan Email Bisnis Lintas Negara, Korban Rugi Rp5,6 Miliar
Menkes: Keselamatan Korban Jadi Prioritas Pascagempa NTT
Densus 88 dan Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar
UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
Vietnam vs Thailand di Final Piala AFF 2026: Duel Dua Raksasa Asia Tenggara
komentar
beritaTerbaru