Senin, 05 Oktober 2026

Biaya Angkut Hasil Pertanian Disubsidi, Pemprov Jabar Gunakan Moda Kereta Api

Selasa, 14 Oktober 2025 12:09 WIB
Biaya Angkut Hasil Pertanian Disubsidi, Pemprov Jabar Gunakan Moda Kereta Api
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat (10/10/2025). (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) berencana memberikan subsidi biaya angkutan hasil pertanian dengan menggunakan gerbong khusus kereta api. Langkah ini dilakukan untuk membantu petani dalam menekan biaya distribusi hasil pertanian dan memperlancar rantai pasok pangan di wilayah Jabar.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jabar dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) selaku BUMN yang mengelola transportasi kereta api.

“Kita sudah sepakat untuk menyediakan gerbong khusus mengangkut hasil pertanian. Nanti biayanya akan disubsidi oleh Pemprov,” ujar Dedi Mulyadi di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat.

Menurut Dedi, kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat sistem logistik daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian Jabar. Dengan adanya gerbong khusus, hasil panen petani bisa dikirim ke berbagai daerah dengan lebih cepat, efisien, dan terjaga kualitasnya.

Selain membahas soal subsidi transportasi hasil pertanian, pertemuan antara Pemprov Jabar, Kemenhub, dan PT KAI juga menyinggung rencana reaktivasi jalur kereta api Padalarang–Cicalengka serta Bandung–Cianjur–Sukabumi–Bogor hingga Jakarta.

“Reaktivasi jalur ini penting untuk memperlancar mobilitas barang dan penumpang antardaerah. Termasuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di sepanjang lintasan,” tambah Dedi.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Dedi juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah membahas optimalisasi Bandara Kertajati di Majalengka. Bandara tersebut direncanakan akan difokuskan untuk melayani penerbangan haji dan umrah, guna meningkatkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum maksimal.

“Supaya bandara itu tidak nganggur terus. Itu kan aset Pemprov Jabar yang bernilai tinggi. Sekarang sedang dibicarakan dan dihitung skema pembiayaannya,” jelasnya.

Kebijakan subsidi transportasi pertanian dan optimalisasi sarana transportasi diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi daerah serta mendukung kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, khususnya para petani. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 Hadirkan 47 UMKM, Perluas Akses Pasar Produk Lokal
KPK Perluas Gerakan Antikorupsi di Lampung, Libatkan Kampus hingga Pelajar
Rico Waas Dorong Al Washliyah Medan Perkuat Peran Keagamaan, Pendidikan dan Generasi Muda
KPK Ungkap Integritas Pendidikan Masih Hadapi Sejumlah Tantangan
KPK Ajak Generasi Muda Berani Bersuara Lewat Karya Kreatif
Rico Waas Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Spark Go To Campus di Medan
komentar
beritaTerbaru