Selasa, 21 Juli 2026

Sekda Jateng: Perlindungan Sawah Kunci Topang Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 23 September 2025 12:09 WIB
Sekda Jateng: Perlindungan Sawah Kunci Topang Ketahanan Pangan Nasional
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan sambutan pada pembukaan Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (Jamnas I Jatam) di Universitas Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Sabtu (20/9/2025). (Dok/Humas Jateng)
Kebumen (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno, menekankan pentingnya perlindungan terhadap lahan sawah untuk menopang ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikannya saat membuka Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (Jamnas I Jatam) di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Kabupaten Kebumen, Sabtu.

Sumarno menjelaskan, sejumlah kabupaten/kota di Jateng memang sudah menetapkan lahan sawah yang dilindungi melalui Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Namun, ia mengingatkan perlunya komitmen kolektif agar keberadaan lahan produktif tidak tergerus oleh alih fungsi lahan.

“Sawah-sawah yang kita miliki harus benar-benar dijaga. Ini bukan hanya soal pertanian, tetapi menyangkut keberlanjutan pangan kita bersama,” tegasnya.

Selain soal lahan, Sumarno juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaan sumber daya air. Ia mengapresiasi Muhammadiyah yang telah berperan aktif mendorong peningkatan SDM pertanian melalui Jatam.

“Kami berterima kasih kepada Muhammadiyah yang memberi perhatian serius pada sektor pertanian. Dengan SDM yang unggul, tantangan pangan bisa kita hadapi bersama,” tambahnya.

Ia menambahkan, meski secara neraca air Jateng memiliki potensi cukup besar, namun beberapa wilayah masih menghadapi kekurangan air. Karena itu, dukungan Kementerian Pertanian dalam pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi dinilai sangat penting.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan dukungan penuh Muhammadiyah terhadap agenda swasembada dan kedaulatan pangan. Menurutnya, Muhammadiyah telah melakukan berbagai langkah progresif sejak 2010, mulai dari perbenihan, irigasi, harga gabah, hingga distribusi.

“Muhammadiyah siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian nasional,” kata Haedar.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menekankan pentingnya percepatan penyaluran pupuk dan bantuan pertanian agar lebih sederhana dan tepat sasaran.

“Prinsip kami sederhana, makin cepat makin bagus. Efisiensi anggaran diarahkan ke prioritas seperti irigasi, jalan usaha tani, dan perbaikan sarana,” ujarnya.

Sebagai informasi, Jamnas I Jatam digelar selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 September 2025, dengan diikuti lebih dari 500 peserta perwakilan Jatam se-Indonesia. Acara berlangsung di dua lokasi utama, yaitu Unimugo dan Pendopo Kabupaten Kebumen.

Selain itu, digelar pula Jatam Expo dan Bazar dengan partisipasi sekitar 93 stan dari berbagai institusi, mulai dari perguruan tinggi, Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah, hingga perwakilan daerah dan cabang.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lahan sawah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
Disdik Kabupaten Bekasi Gelar Gema Tunas 2026, Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Warga Belajar
Pemkab Bekasi Peringati Harkopnas Ke-79, Dorong Penguatan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Tiga Anggota KKB Tewas dalam Operasi Damai Cartenz di Yahukimo
Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional
RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disepakati Lanjut ke Paripurna DPR
Mbappe Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Pertahankan Sepatu Emas dan Pecahkan Rekor Gol
komentar
beritaTerbaru