Kamis, 09 Juli 2026

Cetak SDM Unggul, RAPBN 2026 Perkuat Pendidikan Tinggi, Dosen dan Sekolah Garuda

Senin, 18 Agustus 2025 12:17 WIB
Cetak SDM Unggul, RAPBN 2026 Perkuat Pendidikan Tinggi, Dosen dan Sekolah Garuda
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (tengah) didampingi pejabat terkait saat konferensi pers RAPBN 2026 dan Nota Keuangan di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 beserta Nota Keuangan 2026 dengan delapan agenda prioritas nasional, salah satunya adalah penguatan pendidikan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jumat.

Dalam RAPBN 2026, sektor pendidikan dialokasikan sebesar Rp757,8 T, dengan fokus pada pendidikan tinggi dan pengembangan Sekolah Garuda sebagai strategi jangka panjang mencetak generasi unggul.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa anggaran ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi berbasis riset dan inovasi. Salah satunya melalui perluasan akses lulusan Sekolah Garuda ke perguruan tinggi serta mendorong hilirisasi sumber daya alam yang mendukung perekonomian nasional.

“Riset strategis seperti hilirisasi logam tanah jarang tengah dilaksanakan di pendidikan tinggi. Mineral ini banyak dibutuhkan oleh negara lain. Harapannya, hasil riset dan pemurniannya dapat memberikan solusi nyata bagi kemandirian industri nasional,” ujar Brian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, dari total anggaran pendidikan, Rp150,1 T dialokasikan untuk sekolah dan perguruan tinggi, termasuk Rp401,5 T untuk siswa dan mahasiswa. Dana ini mencakup 1,2 juta penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Bidikmisi, 4.000 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sebesar Rp9,4 triliun untuk 201 PTN dan lembaga.

“Sekolah Unggul Garuda akan dikembangkan di sembilan lokasi daerah 3T, menjadi pengungkit pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Sri Mulyani.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa pembangunan SDM, industrialisasi, dan transformasi digital menjadi kunci daya saing ekonomi.

“Peningkatan keterampilan tenaga kerja, penyederhanaan regulasi bisnis, peningkatan kompetisi dan inovasi, serta adopsi teknologi maju seperti AI diharapkan menjadi game changer,” ujarnya.

RAPBN 2026 juga mengalokasikan Rp37,5 T untuk perlindungan sosial terkait pendidikan. Dengan kombinasi perluasan akses pendidikan dan penguatan riset, Kemdiktisaintek berkomitmen mencetak SDM berdaya saing global sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Konferensi pers ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani; Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana; Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
KPK Serahkan Aset Rampasan Korupsi Rp1,63 Miliar kepada Kejaksaan Agung
Kemendikdasmen Aktifkan Gerakan PSPB untuk Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Pertamina Dorong Energi Bersih dan Edukasi Lingkungan Melalui Desa Energi Berdikari
Swiss Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kolombia Lewat Adu Penalti
Delapan Tim Pastikan Tempat di Perempat Final Piala Dunia 2026
Wabup Taput: Kepala Sekolah Penentu Kemajuan Pendidikan
komentar
beritaTerbaru