Kamis, 08 Oktober 2026

Dampingi Pengrajin, Dekranasda Jateng Genjot Busana Lokal ke Pasar Global

Sabtu, 09 Agustus 2025 12:24 WIB
Dampingi Pengrajin, Dekranasda Jateng Genjot Busana Lokal ke Pasar Global
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin (tengah) melihat produk batik yang ditawarkan pengrajin saat menghadiri pembukaan Jogja Fashion Week 2025 di Graha Pradipta Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (7/8/2025). (Dok
Yogyakarta (buseronline.com) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat perannya dalam mendampingi para pengrajin lokal agar produk-produk busana mereka mampu menembus pasar global. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan memfasilitasi keikutsertaan para pengrajin dalam ajang-ajang fesyen berskala nasional maupun internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, seusai menghadiri pembukaan Jogja Fashion Week 2025 yang digelar di Graha Pradipta, Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Kamis.

“Harapannya, pengrajin-pengrajin Jawa Tengah yang ikut event ini bisa mendapatkan semangat baru, meningkatkan kreativitas, serta saling berbagi ilmu dan pengalaman,” ujar Nawal.

Dalam gelaran yang berlangsung 7–10 Agustus 2025 itu, Dekranasda Jateng mengirimkan sejumlah desainer dan pengrajin busana dari berbagai daerah, seperti Semarang, Surakarta, Purworejo, Klaten, dan Kendal. Mereka menampilkan beragam karya unggulan, seperti batik dan lurik dengan motif khas daerah.

Nawal mengungkapkan, selain aktif mengikuti pameran, pihaknya juga mendorong berbagai bentuk pendampingan yang lebih strategis dan berkelanjutan. Salah satunya adalah mendorong UMKM yang sudah mapan untuk menjadi mentor bagi UMKM yang masih berkembang.

“Kami ingin menciptakan pola pendampingan satu UMKM berdaya mendampingi satu UMKM kecil. Mereka akan menjadi semacam orang tua asuh yang membantu UMKM lainnya naik kelas,” jelas istri Wakil Gubernur Jateng itu.

Selain itu, Dekranasda juga akan memperbanyak penyelenggaraan pameran, tidak hanya di dalam wilayah Jawa Tengah, tetapi juga di luar daerah, bahkan luar pulau. Langkah ini diyakini dapat memperluas pasar sekaligus memperkenalkan keunikan karya lokal ke publik yang lebih luas.

“Pameran akan terus kita adakan, tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di daerah lain agar produk-produk kita lebih dikenal,” tambahnya.

Lebih jauh, Nawal juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia di sektor industri kreatif busana. Ia menyebut, Dekranasda akan menggandeng SMK jurusan tata busana untuk meningkatkan keterampilan para siswa melalui program pelatihan terstruktur.

“Anak-anak SMK ini kita berikan pelatihan agar skill-nya meningkat. Hasil karya mereka nantinya akan melalui proses kurasi, dan karya-karya terbaik akan dipamerkan di event-event besar,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan produk busana asal Jawa Tengah yang telah menembus pasar global, seperti batik khas Solo yang sempat dipamerkan dalam ajang Paris Fashion Week 2024 di Prancis.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif daerah dalam mempromosikan potensi lokal. Ia menilai langkah ini penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Kami mendorong provinsi, kota, dan kabupaten lainnya di Indonesia untuk terus menggelar kegiatan promosi yang kreatif dan berdampak, guna memperkenalkan potensi unggulan daerah,” kata Fajarini.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kolaborasi dengan pelaku usaha dan komunitas kreatif, akan menjadi kunci dalam membuka peluang ekspor bagi produk lokal.

Melalui berbagai strategi ini, Dekranasda Jawa Tengah berharap produk-produk busana lokal tidak hanya diminati di pasar nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara
komentar
beritaTerbaru