Selasa, 07 April 2026

Presiden Prabowo Genjot Ekonomi Desa dan Cakupan Program MBG Diperluas

Sabtu, 03 Mei 2025 11:24 WIB
Presiden Prabowo Genjot Ekonomi Desa dan Cakupan Program MBG Diperluas
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan demonstrasi penggunaan smart board saat menghadiri Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 dan Peluncuran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden pada Jumat (2/5/2025) di SD Negeri Cimahpar 5, Kota Bogor.
Jawa Barat (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan komitmen pemerintahannya dalam mempercepat perbaikan ekonomi desa serta memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan pada acara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025, yang digelar di SD Negeri Cimahpar 5, Kota Bogor, pada Jumat.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil, telah menunjukkan hasil positif dengan jumlah penerima manfaat yang terus meningkat.

Saat ini, lebih dari 3 juta penerima manfaat sudah terjangkau, dan diprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 4 juta pada bulan depan.

Presiden menargetkan pada November 2025, program ini akan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Hari ini sudah mencapai lebih dari 3 juta penerima manfaat dan mungkin bulan depan akan mencapai 4 juta. Sasaran kita pada November 2025 adalah seluruh 82,9 juta penerima manfaat, yang terdiri dari anak-anak dan ibu hamil yang akan menerima makanan bergizi setiap hari,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menambahkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di desa. Peredaran uang di desa dilaporkan meningkat hingga 4-5 kali lipat.

“Peningkatan 400 persen hingga 500 persen ini mungkin belum pernah terjadi di negara manapun dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga mengumumkan peluncuran program pembangunan 25 ribu gudang improvisasi dan gudang koperasi di 80 ribu desa.

Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah pascapanen yang seringkali menyebabkan hasil pertanian terbuang sia-sia akibat keterlambatan distribusi.

“Kami akan membangun 25 ribu gudang improvisasi yang dapat bertahan 5 hingga 10 tahun. Sambil itu, kita akan membangun gudang permanen di setiap desa,” jelas Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, setiap koperasi desa akan dilengkapi dengan cold storage untuk menjaga kualitas hasil pertanian seperti buah dan sayuran, serta armada truk logistik untuk mendukung distribusi barang dari desa ke kota.

“Setiap koperasi desa nantinya akan memiliki truk, minimal 80 ribu truk, sehingga hasil panen bisa langsung dikirim ke penggilingan padi, Bulog, atau pasar,” tambahnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pencapaian tersebut adalah bagian dari cita-cita besar bangsa Indonesia yang memerlukan tekad, semangat, dan keberanian untuk mewujudkannya.

“Kita akan buktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu melaksanakan hal-hal besar, strategis, dan mendasar yang dapat mengubah nasib bangsa,” tegas Presiden.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru