Kamis, 08 Oktober 2026

Usai Lebaran, Kementan Lakukan Evaluasi Kerja: Tak Sempat Bersantai

Jumat, 11 April 2025 10:17 WIB
Usai Lebaran, Kementan Lakukan Evaluasi Kerja: Tak Sempat Bersantai
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda (tengah), memimpin rapat evaluasi kerja pasca-Lebaran dalam rangka percepatan program strategis Ditjen PKH di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (8/4/2025). (Dok/Humas PKH)
Jakarta (buseronline.com) - Libur Lebaran belum lama usai, namun Kementerian Pertanian (Kementan) langsung bergerak cepat dengan menggelar evaluasi kerja pasca-Idulfitri. Dalam acara halalbihalal di Kantor Pusat Kementan, Selasa, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, menegaskan bahwa tidak ada waktu untuk bersantai.

“Mulai April ini, kita lakukan evaluasi kerja setiap bulan. Kita ingin lihat hasil nyata. Semua harus serius,” kata Agung dalam sambutannya.

Agung menjelaskan bahwa periode setelah Lebaran adalah waktu yang sangat penting untuk memperkuat sinergi tim dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya, terutama menjelang Idul Adha yang biasanya diiringi lonjakan kebutuhan pangan hewani.

“Kita memang berhasil menjaga stabilitas selama Ramadan dan Idulfitri, tapi pekerjaan belum selesai,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementan juga mengumumkan penerapan sistem evaluasi kerja bulanan untuk memantau secara langsung perkembangan program-program strategis. Salah satu fokus utama adalah percepatan investasi di sektor sapi perah dan sapi pedaging, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.

Agung menekankan bahwa evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen percepatan program. Ia meminta seluruh jajarannya untuk tidak bekerja secara terpisah dan segera mengatasi berbagai kendala di lapangan, baik yang bersifat teknis, pembiayaan, perizinan, maupun persoalan lahan.

“Tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Kalau ada kendala, harus langsung dicarikan solusinya,” ujarnya.

Dengan pendekatan evaluatif ini, Ditjen PKH berharap setiap program benar-benar memberi dampak langsung dan signifikan bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, tidak hanya dalam momen seremonial seperti halalbihalal, tetapi juga dalam pelaksanaan kerja di lapangan.

“Semangat kebersamaan harus jadi bahan bakar. Jangan hanya kompak saat acara, tapi jalan di tempat saat eksekusi,” tutup Agung. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Timnas Indonesia Satu Grup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand di Piala Asia 2027
Spanyol Comeback 2-1 atas Kroasia, Mikel Merino Jadi Pahlawan
Harry Kane Brace, Inggris Hajar Republik Ceko 3-0 di Wembley
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
komentar
beritaTerbaru