Minggu, 09 Agustus 2026

Mentan Dorong G20 Perkuat Produksi Pangan Berkelanjutan

Senin, 23 September 2024 10:04 WIB
Mentan Dorong G20 Perkuat Produksi Pangan Berkelanjutan
Mentan Andi menyampaikan sambutan di Pertemuan Menteri-Menteri Pertanian G20, Brasil, Kamis (12/09/2024). (Dok/Kementan)
Brasil (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak negara-negara anggota G20 untuk bersama-sama meningkatkan produksi pangan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian sumber daya alam. Ajakan ini disampaikan dalam Pertemuan Menteri-Menteri Pertanian G20 di Chapada dos Guimaraes, Brasil, Kamis.

Dalam pertemuan tersebut, Amran menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Brasil sebagai Presidensi G20 yang mengusung tema Membangun Dunia yang Adil dan Planet yang Berkelanjutan. Tema tersebut, menurutnya, sangat relevan untuk memandu diskusi terkait pertanian global dan ketahanan pangan, terutama menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini.

Amran memaparkan empat poin penting dalam pidatonya. Pertama, ia menekankan bahwa sistem pangan global saat ini menghadapi tekanan besar akibat pertumbuhan populasi yang diproyeksikan mencapai 8,6 miliar pada 2030. Oleh karena itu, produksi pangan harus dilakukan seiring dengan upaya pelestarian sumber daya alam. Ia juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mengembangkan sistem pertanian yang holistik dan berkelanjutan.

"Indonesia telah mencapai swasembada beras di beberapa tahun terakhir serta surplus produksi untuk komoditas jagung, bawang merah, minyak sawit, ayam, dan telur," ungkapnya. Hal ini, menurut Amran, merupakan hasil dari strategi yang inovatif dan fleksibel.

Poin kedua, Mentan Amran menyoroti pentingnya petani keluarga, termasuk petani kecil, perempuan, dan pemuda dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan sumber daya alam. Indonesia telah menerapkan Rencana Aksi Nasional Pertanian Keluarga yang diakui sebagai upaya penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pertanian.

Ketiga, sektor perikanan juga menjadi perhatian utama Indonesia, mengingat 65% wilayah Indonesia adalah laut. Amran menyebutkan bahwa pada tahun 2023, Indonesia telah mengekspor 1,2 juta ton produk perikanan ke pasar internasional. Pemerintah Indonesia juga mengadopsi kebijakan Ekonomi Biru untuk menjaga kesehatan laut dan keberlanjutan sumber daya kelautan.

Poin keempat, Mentan Amran menekankan bahwa ketidakseimbangan perdagangan global berdampak pada ketahanan pangan negara-negara berkembang. Ia menyerukan pentingnya arus perdagangan yang transparan dan mudah diakses agar semua negara dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dalam sektor pertanian.

Mengakhiri pidatonya, Amran menegaskan dukungan Indonesia terhadap dokumen hasil pertemuan tersebut dan menyerukan seluruh anggota G20 untuk memperkuat sistem pertanian dan pangan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

"Dengan kerjasama yang erat, G20 dapat mengatasi tantangan global dan membangun masa depan yang lebih adil serta berkelanjutan," tutupnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama Lintas Sektor, Potensi Ekonomi Tembus Rp20,2 Triliun
Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan, KDM Soroti Knalpot Brong hingga Tramadol
KPK dan CAC Timor Leste Perkuat Kerja Sama Lewat Benchmarking Sistem LHKPN
Sekolah Gratis di Pulau Nias Disambut Antusias, Siswa Apresiasi Komitmen Gubernur Bobby Nasution
Festival Jateng Syariah 2026 Dorong UMKM dan Perkuat Ekosistem Halal
Polri Perkuat Pengembangan SDM melalui Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya
komentar
beritaTerbaru