Rabu, 07 Oktober 2026

Presiden Jokowi Ungkap Peringkat Daya Saing Indonesia Naik Signifikan

Selasa, 25 Juni 2024 10:17 WIB
Presiden Jokowi Ungkap Peringkat Daya Saing Indonesia Naik Signifikan
Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rasa syukur atas kenaikan peringkat daya saing Indonesia secara siginifikan di tahun 2024.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa saat ini peringkat daya saing Indonesia berada di peringkat 27.

“Yang patut kita syukuri karena dari sinilah kita tahu di mana kita berada, di posisi mana kita berada. Karena dalam kondisi yang seperti awal tadi yang saya sampaikan, tidak mudah memperbaiki ranking dalam kondisi dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menambahkan, kenaikan peringkat daya saing tersebut dinilai mulai dari sistem pemerintahan, dunia usaha, hingga ekonomi nasional.

Di tengah situasi ekonomi global yang tidak pasti, Presiden Jokowi menuturkan bahwa ekonomi nasional dapat terkendali dan pertumbuhan ekonomi juga meningkat.

“Karena ekonomi kita baik, kita bisa mengendalikan ekonomi, bisa meningkatkan growth. Pertumbuhan ekonomi itu menjadi kenaikan utama dari daya saing Indonesia,” ucap Presiden Jokowi.

Selain itu, dunia usaha dan bisnis di Indonesia yang makin kompetitif juga turut berkontribusi dalam peningkatan peringkat daya saing Indonesia.

“Di sisi efisiensi bisnis, kita melihat ketersediaan tenaga kerja, jumlah dan skill yang memadai ini menyebabkan kita di level kedua, juga efektivitas manajemen perusahaan,” lanjut Presiden Jokowi.

Untuk itu, Kepala Negara RI mengingatkan seluruh jajarannya untuk tetap mencermati kondisi global maupun nasional.

Kedua hal tersebut diyakini Presiden Jokowi dapat berpengaruh terhadap penurunan peringkat daya saing Indonesia.

“Artinya apa? Stabilitas politik itu penting, artinya stabilitas mata uang itu penting, artinya peningkatan produktivitas itu penting,” lanjut Presiden Jokowi.

Meski peringkat meningkat, Presiden Jokowi meminta seluruh pihak untuk memperhatikan dua aspek penting yang dinilai masih lemah yaitu kesehatan dan pendidikan.

Menurutnya, dua aspek tersebut harus diperbaiki agar daya saing Indonesia meningkat.

“Ini yang harus menjadi perhatian kita semuanya agar competitiveness ranking kita setiap tahunnya bisa terus kita perbaiki. Saya kira dua hal, menurut saya kesehatan dan pendidikan, yang perlu menjadi fokus utamanya tentu saja pemerintah ke depan,” tutup Presiden Jokowi. (R3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara
TP PKK Medan Ajak Anak Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun
komentar
beritaTerbaru