"Kita kawal gula di
Jawa Timur karena kontribusinya sangat besar. Ke depan, kita dorong hilirisasi dan peremajaan tebu rakyat. Targetnya, pada 2028 peremajaan ini bisa dituntaskan," katanya.
Selain meningkatkan produksi, Amran menekankan pentingnya pembenahan tata niaga pertanian dan peternakan. Pengawasan terhadap rantai distribusi, termasuk komoditas telur dan pakan, diperlukan agar peningkatan produksi dapat terserap pasar dan memberikan manfaat bagi produsen maupun konsumen.
Ia menegaskan, penguatan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan petani serta peternak.
Untuk itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dinilai penting agar berbagai program pertanian berjalan optimal dan tidak terhambat persoalan distribusi.
Amran berharap keberhasilan kolaborasi di Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat produksi pangan, mengembangkan teknologi pertanian, serta mendorong hilirisasi.
"Kalau seluruh Indonesia bergerak bersama seperti
Jawa Timur, saya kira hasilnya bisa eksponensial. Kita ingin daerah-daerah semakin kuat, petani dan peternak semakin sejahtera, dan swasembada pangan yang sudah dicapai dapat terus kita jaga," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar