Manfaat serupa dirasakan Dari, pengusaha katering yang memanfaatkan program tersebut untuk menekan biaya produksi. Ia menyebutkan, harga beras yang di pasaran mencapai Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram bisa diperoleh dengan harga Rp11 ribu per kilogram melalui gerakan pangan murah.
Menurutnya, harga bahan pokok yang tinggi sangat memengaruhi biaya operasional usaha katering. Namun, menaikkan harga jual bukanlah pilihan mudah karena berisiko membuat pelanggan beralih ke penyedia jasa lain.
"Kenaikan harga bahan pokok sangat berpengaruh untuk usaha katering kami. Kalau kita naikkan harga, pelanggan tidak mungkin, karena pelanggan bisa lari. Jadi program ini sangat membantu. Yang berpengaruh bagi kami itu harga ayam dan beras," katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemprov
Jawa Tengah berharap stabilitas harga pangan dapat terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, serta pelaku usaha kecil dan petani tetap mampu menjalankan kegiatan ekonominya di tengah tekanan harga dan ancaman El Nino. (R)
beritaTerkait
komentar