Jumat, 09 Oktober 2026

Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan

Jumat, 09 Oktober 2026 17:40 WIB
Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan
Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (7/10/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan budidaya bawang putih seluas 9.624 hektare di sembilan kabupaten.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah dan nasional.

Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan pengembangan bawang putih tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas tanam dan produksi, tetapi juga penguatan kapasitas petani serta kepastian pasar bagi hasil produksi.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, pada 7 Oktober 2026.

Surya menjelaskan, Sumut memiliki kondisi agroklimat yang sangat mendukung pengembangan bawang putih. Potensi pengembangan seluas 9.624 hektare tersebut tersebar di Kabupaten Samosir 5.001 hektare, Karo 2.995 hektare, Humbanghasundutan 411 hektare, Simalungun 384 hektare, Dairi 288 hektare, Toba 234 hektare, Tapanuli Utara 198 hektare, Deliserdang 73 hektare, dan Mandailing Natal 40 hektare.

Menurut Surya, ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai produktivitas yang optimal. Di sisi lain, hasil produksi juga perlu didukung kepastian pasar dan offtaker serta penguatan kapasitas penangkar dan kelompok tani. "Produktivitas harus kita dorong untuk mencapai target 20 ton per hektare panen basah," ujar Surya.

Ia menegaskan, Pemprov Sumut akan terus mengawal pengembangan bawang putih secara berkelanjutan. Peningkatan produksi diharapkan berjalan beriringan dengan kepastian pasar sehingga petani memperoleh kepastian usaha dan harga yang menguntungkan.

Surya juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan Kementerian Pertanian agar program pengembangan bawang putih dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

"Untuk itu saya berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumut, kabupaten, dan Kementerian Pertanian semakin kuat. Sehingga pengembangan bawang putih di Sumut dapat berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule mengatakan, Sumut termasuk dalam alokasi kawasan strategis pengembangan hortikultura nasional untuk mendukung pencapaian swasembada bawang putih.

Ia menilai Sumut memiliki agroklimat dan potensi lahan yang sangat baik untuk pengembangan komoditas tersebut. "Pengembangan bawang putih untuk memperkuat ketersediaan dan produksi lokal. Sumut menjadi sentra pengembangan bawang putih guna mendukung swasembada pangan nasional," pungkasnya. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Sumut Siap Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Hasil Reses DPRD
Pemprov Sumut dan BBPOM Medan Perkuat Pengawasan Produk Pangan UMKM
Wagub Sumut Ajak Alumni UINSU Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Almamater
Pemprov Sumut Perkuat Sinergi Perluas Akses Listrik hingga Pelosok
Pemprov Sumut-Kejati Perkuat Pendampingan Sekolah Cegah Penyimpangan Anggaran
Pemprov Sumut Dorong PTS Sejajar dengan Perguruan Tinggi Negeri
komentar
beritaTerbaru