Jumat, 09 Oktober 2026

72 UMKM Jawa Tengah Ramaikan Inacraft, Bidik Pasar Internasional

Jumat, 09 Oktober 2026 15:50 WIB
72 UMKM Jawa Tengah Ramaikan Inacraft, Bidik Pasar Internasional
Sebanyak 72 UMKM asal Jawa Tengah turut meramaikan ajang Inacraft 2026 yang berlangsung di JICC, Selasa (7/10/2026).

Semarang (buseronline.com) - Sebanyak 72 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Jawa Tengah turut meramaikan ajang Inacraft 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 7 Oktober 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, Jawa Tengah menghadirkan 14 stan yang menampilkan beragam produk unggulan dari sejumlah kabupaten/kota.

Dari total peserta, 50 UMKM bergerak di bidang fesyen, 10 UMKM di bidang kerajinan (craft), sementara lainnya menampilkan berbagai produk kreatif, termasuk sapu dan aneka kerajinan.

Sejumlah daerah yang berpartisipasi antara lain Kabupaten Kendal, Purbalingga, Klaten, Jepara, Sukoharjo, Kebumen, Kota Semarang, Tegal, Pekalongan, dan Salatiga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin turut meninjau stan UMKM yang menampilkan produk unggulan daerah.

Taj Yasin mengatakan, UMKM Jawa Tengah harus mampu meningkatkan jangkauan pasar, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

Menurutnya, Inacraft menjadi momentum untuk melihat potensi produk UMKM sekaligus memetakan produk yang memiliki peluang dipasarkan ke berbagai negara.

"Dengan Inacraft, saya melihat potensinya besar. Tadi kita coba arahkan mana yang harus dikirim untuk pameran ke luar negeri, ada yang ke Eropa, Afrika, dan mana yang bisa dikirim ke Arab," ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan, proses kurasi menjadi bagian penting untuk memastikan produk yang memiliki kualitas baik dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan pasar internasional.

Taj Yasin berharap keikutsertaan UMKM Jawa Tengah dalam pameran berskala nasional maupun internasional tidak sekadar menjadi sarana promosi, tetapi juga membuka jaringan pasar baru dan meningkatkan daya saing produk daerah.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menilai produk yang ditampilkan memiliki beragam inovasi, terutama dalam pengembangan produk turunan batik dan wastra.

"Inovasi-inovasinya bagus-bagus. Produk-produk turunannya juga sangat bagus, mulai dari ready to wear (siap pakai) sampai pengelolaan limbah, seperti kain perca yang dibuat menjadi berbagai aksesori," katanya.

Nawal menilai inovasi dan segmentasi pasar menjadi kunci agar produk UMKM Jawa Tengah mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Ia juga mengajak masyarakat mengunjungi Paviliun Jawa Tengah selama penyelenggaraan Inacraft.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Linda Widiastuti Ariningrum mengatakan, produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain merupakan produk unggulan daerah, memiliki kualitas dan kontinuitas produksi, serta berorientasi pada pasar nasional dan global.

"Produk yang kita tampilkan merupakan produk unggulan Jawa Tengah atau masing-masing daerah, dengan kualitas dan kontinuitas terjaga. Mengapa? Karena memang orientasinya sudah global market," jelasnya.

Selain kualitas, kurasi juga mempertimbangkan inovasi, kreativitas, kebaruan, dan aspek keberlanjutan. Produk yang dipamerkan diharapkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin memperhatikan lingkungan.

Salah satu inovasi ditampilkan oleh pelaku usaha asal Sragen melalui pemanfaatan limbah tekstil. Desainer Akhsan melalui merek Ikaten mengembangkan teknologi upcycle woven dengan memanfaatkan limbah benang sarung goyor.

Limbah tersebut kemudian diolah menjadi karya tenun oleh Surati, perajin tenun tradisional asal Sragen. Hasilnya dikembangkan menjadi produk fesyen yang menyasar pasar nasional, termasuk kalangan milenial dan generasi Z.

Akhsan mengapresiasi fasilitasi Dekranasda Kabupaten Sragen yang mempertemukannya dengan Surati. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong regenerasi sekaligus menjaga keberlangsungan tenun tradisional.

"Terima kasih sekali karena sudah difasilitasi dengan pameran. Ke depannya bisa ada regenerasi untuk tenun tradisional yang saat ini dikembangkan Simbah Surati," ujarnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jateng Matangkan Program Gentengisasi, Bidik Penguatan IKM Lokal
Pemprov Sumut dan BBPOM Medan Perkuat Pengawasan Produk Pangan UMKM
DWP Jateng Dorong Perempuan Siapkan Kualitas Hidup Sejak Dini
Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM
Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak
Bunda PAUD Jateng Dukung Perjuangan Guru PAUD Raih Kesetaraan Hak Profesi
komentar
beritaTerbaru