Vice President Corporate Communication PT
Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pemberdayaan
UMKM tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kapasitas bisnis, tetapi juga menciptakan ruang bagi masyarakat agar dapat tumbuh dan mandiri.
"Bagi
Pertamina, batik merupakan contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan untuk berkarya, memperoleh penghasilan, dan mengembangkan usahanya," ujar Baron.
Menurut dia, keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekosistem UMKM menunjukkan bahwa nilai inklusivitas dapat tumbuh dari aktivitas ekonomi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Ketika keterampilan bertemu dengan kesempatan dan akses pasar, batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui pembinaan
UMKM Pertamina," katanya.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pertamina sebagai BUMN energi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, serta penguatan industri kreatif.
Melalui pembinaan berkelanjutan,
Pertamina mendorong
UMKM batik agar mampu mempertahankan warisan budaya sekaligus naik kelas, memperluas pasar, dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar