Sabtu, 03 Oktober 2026

Pemprov Jateng Siapkan Kawasan Industri Halal untuk Tarik Investor

Sabtu, 03 Oktober 2026 12:20 WIB
Pemprov Jateng Siapkan Kawasan Industri Halal untuk Tarik Investor
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri SELF Jateng 2026 di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan ekosistem industri halal di wilayahnya sebagai salah satu strategi untuk menarik investor dari berbagai daerah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, rencana pembentukan kawasan industri halal tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta para pegiat ekonomi syariah.

Dilansir dari laman Jatengprov, hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Sharia Economic Leaders Forum (SELF) Jateng 2026 di Padma Hotel Semarang, pada 2 Oktober 2026.

Menurut Taj Yasin, pembahasan bersama berbagai pihak diperlukan agar kawasan industri halal yang dibangun nantinya mampu menarik pelaku industri dari luar Jawa Tengah.

"Kita ingin kawasan industri halal ini nantinya tidak hanya mengembangkan industri yang sudah ada di Jawa Tengah, tetapi juga mampu menarik industri dari luar Jawa Tengah," katanya.

Selain sektor industri, Taj Yasin menilai penguatan ekosistem ekonomi syariah perlu dilakukan melalui sektor pariwisata dan kuliner. Ia menyebut Jawa Tengah telah mendapat apresiasi dari wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, atas layanan yang ramah bagi wisatawan muslim.

Pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim juga disebut menjadi bagian dari arah pembangunan Jawa Tengah pada 2027. Konsep pariwisata ramah muslim yang berkelanjutan akan menjadi salah satu tema yang dikembangkan pemerintah daerah.

Taj Yasin juga berharap kepengurusan baru MES Jateng periode 2026-2031 dapat semakin memperkuat kolaborasi dengan Pemprov Jateng.

Menurutnya, generasi muda dengan pengalaman di berbagai sektor, mulai industri, ekspor-impor, perekonomian hingga fesyen, dapat menjadi kekuatan baru dalam pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.

"Tenaga baru ini harus benar-benar menambah sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan masyarakat ekonomi syariah, yang sudah terbangun dengan baik ini," ujarnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah di Daerah Rawan Banjir Demak
Nawal Dorong Penguatan Layanan Terpadu untuk Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
Guru Dilibatkan Hapus Stigma Kusta terhadap Anak di Jepara
Dirjen Dikmen Diksus Ajak Masyarakat Perkuat Gerakan Literasi
Kemenkes Siapkan Alat Diagnostik TBC untuk 884 Puskesmas di Jateng
Puluhan Anak Muda Jateng-DIY Pamerkan Inovasi AI di Young Coder World Cup 2026
komentar
beritaTerbaru