Kamis, 01 Oktober 2026

Polri Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Dukung Program MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 17:40 WIB
Polri Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Dukung Program MBG
Polri terus memperkuat dukungan terhadap Program MBG dengan membangun ekosistem rantai pasok bahan pangan, mulai dari produksi lokal hingga SPPG.

Jakarta (buseronline.com) - Polri terus memperkuat dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun ekosistem rantai pasok bahan pangan, mulai dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dilansir dari laman Humas Polri, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Kapolri mendorong seluruh jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung program pemerintah tersebut dengan mengoptimalkan potensi pangan di wilayah masing-masing.

"MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing," kata Trunoyudo, pada 28 September 2026.

Menurut dia, dukungan Polri tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta melibatkan masyarakat.

Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.

Trunoyudo menilai keberadaan jaringan SPPG perlu diikuti penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

"Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG," ujarnya.

Salah satu implementasi arahan tersebut dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam kini berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada 28 September 2026, dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.

Hasil perikanan tersebut terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.

Sebanyak 5.171 kilogram ikan disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.

Distribusi bahan pangan dilakukan menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegarannya.

Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat diterapkan oleh Polda jajaran dengan menyesuaikan potensi daerah masing-masing.

"Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG," katanya.

Ia menyebut wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Sementara wilayah peternakan dapat memperkuat produksi telur, ayam dan sumber protein lainnya. Adapun wilayah pesisir dapat mengembangkan komoditas ikan dan udang.

Selain penguatan produksi, Polri juga mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.

"Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok," ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan, penguatan rantai pasok diharapkan dapat memperluas manfaat Program MBG bagi masyarakat.

"Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Perkara Dilimpahkan ke Mabes Polri
Polri Tetapkan Bupati Gowa HT Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan
Kapolri Pimpin Upacara Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat
Polri Kerahkan Drone dan Cairan X-Fire untuk Padamkan Karhutla di OKI
Polri Periksa Kombes F sebagai Saksi, Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus
MBG Harus Bergizi dan Aman, Pengawasan Pangan Jadi Perhatian
komentar
beritaTerbaru