Jumat, 18 September 2026

DKP Sumut Perkuat Ekonomi Biru melalui Kawasan Perikanan Unggulan

Jumat, 18 September 2026 20:00 WIB
DKP Sumut Perkuat Ekonomi Biru melalui Kawasan Perikanan Unggulan
Kepala DKP Sumut yang diwakili Kepala Bidang Tangkap Jenny Masniari dalam temu pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (17/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara (DKP Sumut) memperkuat pengembangan ekonomi biru melalui kawasan perikanan unggulan yang meliputi perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan, serta konservasi laut dan pesisir.

Kepala DKP Sumut yang diwakili Kepala Bidang Tangkap Jenny Masniari mengatakan, pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi dan daya saing sektor kelautan dan perikanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi nelayan dan masyarakat pesisir.

Hal itu disampaikannya dalam temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan, pada 17 September 2026.

"Pada sektor perikanan tangkap, DKP Sumut memprioritaskan pengembangan kawasan di Sibolga, Tanjungbalai, Asahan, dan Batubara. Pada 2026, pengembangan kawasan unggulan tersebut juga diarahkan pada komoditas ikan asin sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan," ujar Jenny.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan perikanan tangkap di sejumlah daerah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat daya saing dan nilai tambah hasil tangkapan.

Selain itu, program tersebut diharapkan mendorong terbentuknya sentra-sentra ekonomi kelautan dan perikanan di daerah.

Untuk sektor budidaya, Sumut memiliki potensi yang tersebar di 33 kabupaten/kota, dengan sejumlah komoditas unggulan seperti udang vaname dan rumput laut.

"Pengembangan rumput laut diarahkan ke wilayah Kepulauan Nias dengan mempertimbangkan potensi pasar serta optimalisasi sumber daya kelautan yang tersedia," katanya.

Pada 2026, DKP Sumut juga menjalankan program pengembangan kawasan budidaya berkelanjutan di Deli Serdang, Karo, Dairi, Langkat, dan Batubara.

Program tersebut mencakup pemberian paket budidaya ikan lele, nila, dan ikan emas, serta dukungan pakan guna meningkatkan produktivitas pembudidaya ikan.

Di sisi lain, DKP Sumut memperkuat pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil melalui pengembangan kawasan konservasi.

Sejumlah kawasan yang menjadi bagian dari pengelolaan tersebut antara lain Pulau Berhala di Serdang Bedagai, Pulau Wunga di Nias Utara, dan Pulau Sinuk di Nias Selatan.

Kawasan konservasi perairan yang dikembangkan meliputi Sawo-Lahewa di Nias Utara seluas 29 hektare, Tapanuli Tengah 84 hektare, Pulau Batu-Batu di Nias Selatan 44 hektare, Pulau Berhala di Serdang Bedagai 3 hektare, Pulau Pini di Nias Selatan 44 hektare, Pulau Salah Nama di Batubara 3 hektare, serta Sirombu di Nias Barat 27 hektare.

Jenny mengatakan kawasan konservasi tersebut diarahkan untuk menjaga ekosistem penting, seperti terumbu karang, mangrove, penyu, dan lamun.

Pada Agustus 2026, kegiatan konservasi laut dan pesisir dilaksanakan di Pulau Salah Nama, Batubara, melalui kerja sama dengan tim ahli Universitas Sumatera Utara dan balai riset Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. "Kegiatan serupa direncanakan kembali dilaksanakan di Nias Selatan pada Oktober 2026," ujarnya.

Jenny menegaskan, DKP Sumut terus mendorong sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

"Pendekatan ekonomi biru diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara peningkatan produksi, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian ekosistem laut sehingga manfaat sumber daya kelautan dan perikanan dapat dirasakan masyarakat Sumut secara berkelanjutan," katanya. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mendikdasmen dan Rico Waas Ajak Siswa SMPN 1 Medan Jadi Generasi Hebat
APBD Medan 2027 Diproyeksikan Rp7,16 Triliun, Fokus pada 17 Program Prioritas
Rico Waas: Suami Punya Peran Penting Dukung Ibu Berikan ASI Eksklusif
Rico Waas Soroti Kondisi SDN 064999, Siapkan Pembangunan Gedung Dua Lantai
Rico Waas Pastikan 35 Persen Anggaran 2027 untuk Pembangunan Medan Utara
Sumut Sukses Jadi Tuan Rumah IMT-GT ke-32, Forum Sumatera 10 Terbentuk
komentar
beritaTerbaru