Sabtu, 12 September 2026

Menteri Ekonomi Malaysia Puji Bobby Nasution Dorong Penguatan Ekonomi IMT-GT

Jumat, 11 September 2026 09:45 WIB
Menteri Ekonomi Malaysia Puji Bobby Nasution Dorong Penguatan Ekonomi IMT-GT
Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir memuji komitmen dan kepemimpinan Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam mendorong penguatan kerja sama ekonomi kawasan IMT-GT seusai menghadiri rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir memuji komitmen dan kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dalam mendorong penguatan kerja sama ekonomi kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Pujian tersebut disampaikan Akmal seusai menghadiri rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, pada 10 September 2026.

Akmal mengatakan, dirinya melihat potensi ekonomi yang besar di Sumut. Ia juga menilai Bobby menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan kerja sama ekonomi kawasan.

"Ini kali pertama saya bertemu dengan beliau. Saya melihat potensi yang besar dan komitmen yang kuat. Paparan yang disampaikan juga menunjukkan banyak peluang ekonomi yang dimiliki Sumut," kata Akmal.

Menurut Akmal, kerja sama antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand masih memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan, terutama dalam memperluas pasar, meningkatkan konektivitas, dan memperkuat perdagangan antarwilayah.

Posisi strategis Pulau Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand, lanjutnya, menjadi keuntungan tersendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Akmal mencontohkan Malaysia telah membangun konektivitas logistik melalui Pelabuhan Pulau Pinang yang terhubung dengan jaringan kereta api menuju Perlis dan Thailand. Konektivitas tersebut dinilai dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas di kawasan IMT-GT.

"Kita melihat ada peluang ekonomi yang sangat baik untuk terus dikembangkan antara Malaysia, Thailand dan Indonesia," ujarnya.

Akmal juga mengungkapkan hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya dengan Sumut, semakin erat. Saat ini terdapat sekitar 60 penerbangan setiap pekan yang menghubungkan Malaysia dengan Medan.

Tingginya konektivitas penerbangan tersebut, menurut Akmal, menjadi indikator kuatnya hubungan ekonomi, bisnis, dan mobilitas masyarakat kedua negara.

"Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang diberikan. Hubungan kedua negara ini sangat baik dan akan terus berkembang," katanya.

Selain perdagangan, Akmal melihat peluang besar kerja sama di sektor pariwisata dan kesehatan. Malaysia yang tengah mengembangkan sektor wisata kesehatan atau medical tourism dinilai dapat berkolaborasi dengan daerah-daerah di Sumatera.

Potensi kerja sama juga terbuka pada perdagangan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, beras, serta berbagai produk pertanian lainnya.

Akmal berharap kepemimpinan daerah di kawasan IMT-GT, termasuk Sumut, terus memperkuat kolaborasi lintas negara agar manfaat ekonomi dari kerja sama regional tersebut semakin dirasakan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby Nasution memaparkan sejumlah proyek strategis dan peluang investasi Sumut di hadapan peserta Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32.

Paparan tersebut disampaikan Bobby selaku Chair of the Chief Ministers' and Governors' Forum (CMGF) dalam sesi pelaporan.

Empat proyek utama yang dibawa Bobby yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei seluas 1.934 hektare, Toba Caldera Resort di Danau Toba dengan nilai investasi US$1,73 miliar, Kawasan Industri Strategis Sumut (KISS) seluas 2.445 hektare, serta pusat ekonomi kreatif, MICE, dan smart city terpadu di Deliserdang.

Selain Sumut, forum tersebut turut memaparkan sejumlah proyek dari provinsi lain di Sumatera yang dinilai berpotensi memperkuat konektivitas dan perekonomian kawasan IMT-GT.

Aceh menawarkan proyek rumah sakit wisata medis di Sabang senilai US$2,78 miliar. Riau membawa proyek Jalur RORO Dumai-Melaka dan pusat kawasan Tanjung Buton. Kepulauan Riau mengandalkan Kawasan Perdagangan Bebas Batam-Bintan-Karimun.

Sementara itu, Jambi menawarkan Kawasan Ekonomi Khusus Ujung Jabung senilai Rp87,87 triliun, sedangkan Lampung menargetkan investasi sektor pariwisata sebesar Rp19 triliun.

Bobby juga melaporkan perkembangan Kerangka Kerja Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan IMT-GT. Sekretariat ASEAN mencatat terdapat 47 kegiatan tingkat regional dan 162 kegiatan kerja di bawah Rencana Strategis Konektivitas ASEAN. Jaringan Smart City ASEAN juga telah berkembang menjadi 38 kota anggota.

Dalam forum tersebut, Bobby menyampaikan lima rekomendasi CMGF. Salah satunya mendorong mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan pemerintah provinsi dan negara bagian sebagai penggerak utama konektivitas serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas peluang investasi, meningkatkan konektivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif di kawasan IMT-GT. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bobby Nasution Paparkan Potensi Investasi Sumut di Forum IMT-GT
Pemprov Sumut dan DPRD Sepakati Perubahan APBD 2026, Bobby Nasution Minta Anggaran Segera Dieksekusi
Bobby Nasution Optimistis Kerja Sama Kesehatan Sumut-Korea Selatan Berdampak Positif
Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, 80 Persen Hewan Peliharaan Didorong Divaksin
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Komoditas Sumut Berorientasi Ekspor
Wapres Gibran dan Gubernur Bobby Tinjau Pemulihan SMA Negeri 1 Barus Pascabencana
komentar
beritaTerbaru