Minggu, 23 Agustus 2026

Bandara Husein Sastranegara Disiapkan Jadi Etalase Produk UMKM Kota Bandung

Minggu, 23 Agustus 2026 09:40 WIB
Bandara Husein Sastranegara Disiapkan Jadi Etalase Produk UMKM Kota Bandung
Bandara Husein Sastranegara disiapkan jadi etalase produk UMKM Kota Bandung.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung menyiapkan langkah strategis untuk memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menjadikan Bandara Internasional Husein Sastranegara sebagai etalase produk lokal.

Dilansir dari laman Jabarprov, rencana tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan produk unggulan Kota Bandung kepada wisatawan yang datang maupun berangkat melalui bandara tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemko Bandung tengah melakukan negosiasi untuk mendapatkan ruang usaha dengan harga sewa khusus di area keberangkatan Bandara Husein Sastranegara.

Ruang tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dan Dekranasda Kota Bandung untuk menampilkan serta menjual berbagai produk unggulan daerah.

"Kami sedang bernegosiasi agar UMKM Kota Bandung bisa memiliki ruang di area keberangkatan. Harapannya produk-produk lokal dapat lebih mudah dikenal wisatawan yang datang dan berangkat melalui Husein," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, pada 20 Agustus 2026.

Selain menghadirkan produk UMKM, Pemko Bandung juga berencana memperkuat nuansa seni dan budaya di kawasan bandara. Langkah ini dilakukan agar keberadaan Bandara Husein Sastranegara tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga menjadi salah satu wajah Kota Bandung.

Farhan mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, fasilitas bandara saat ini sudah tertata dengan baik. Namun, identitas Kota Bandung dinilai masih perlu lebih ditonjolkan.

"Bandaranya sudah bagus, sudah rapi, tetapi belum terasa Bandung-nya. Karena itu nanti akan ada pertunjukan seni, karya seni rupa, dan berbagai elemen yang mencerminkan karakter Kota Bandung," katanya.

Rencana Pemko Bandung tersebut mendapat dukungan dari Direktur Utama Bank bjb Ayi Subarna. Ia menilai, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan dukungan permodalan.

Menurutnya, pelaku UMKM juga membutuhkan akses pasar yang kuat agar produk mereka dapat terus berkembang dan memiliki daya saing.

"UMKM tidak cukup hanya diberi modal. Mereka juga harus mendapatkan akses pasar yang lebih luas agar usahanya terus tumbuh," ujar Ayi.

Bank Bjb, lanjutnya, siap mendukung pengembangan UMKM melalui pembiayaan serta program pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala OJK Jawa Barat Darwisman menilai pembukaan akses pemasaran merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.

"Kalau pembiayaan sudah diberikan, maka akses pasar juga harus dibuka. Ini menjadi bagian penting agar usaha yang dibiayai bisa berkembang dan berkelanjutan," ujarnya.

Darwisman juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran.

Menurutnya, kombinasi antara pembiayaan, pemasaran secara langsung, dan pemasaran digital dapat menjadi kekuatan bagi UMKM untuk menghadapi persaingan ekonomi yang semakin berkembang.

Dengan rencana tersebut, Bandara Internasional Husein Sastranegara diharapkan dapat menjadi salah satu pintu promosi produk lokal sekaligus memperkenalkan seni dan budaya Kota Bandung kepada wisatawan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Eks Pabrik Kina Bandung Jadi Jejak Sejarah Industri Farmasi Indonesia
Uniqlo Kurasi Produk UMKM Medan, Buka Peluang Tembus Pasar Global
Pemprov Sumut Siapkan Rp50 Miliar untuk Modal UMKM Tahun 2027
UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
USU Catat Sejumlah Capaian dan Perkuat Ambisi Menuju Kampus Berdaya Saing Global
Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Jadi Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Kota Medan
komentar
beritaTerbaru