Pemantauan melalui udara memungkinkan kondisi kawasan pertanian diketahui secara lebih cepat dan menyeluruh. Data tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi instansi terkait dalam menentukan langkah penanganan, perbaikan infrastruktur, pengamanan wilayah, maupun pemberian bantuan kepada masyarakat.
Pengembangan
AEROSAFER Pangan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan tim efektif, penyusunan profil kapabilitas, penyusunan SOP, hingga pembangunan AERO Support Board.
Tahapan selanjutnya mencakup pelaksanaan uji coba di wilayah prioritas, penguatan kerja sama lintas instansi, serta replikasi program agar dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui optimalisasi kemampuan penerbangan Polri dan penguatan kolaborasi antarinstansi,
AEROSAFER Pangan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengamanan kawasan pertanian sekaligus mendukung keberlanjutan produksi dan distribusi pangan nasional. "Dari langit menjaga pangan, dari pangan menjaga negeri." (R)
beritaTerkait
komentar