Sabtu, 22 Agustus 2026

Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 18:50 WIB
Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jateng menjadikan Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri, sebagai proyek percontohan pengentasan kemiskinan melalui pendekatan PBL.

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menjadikan Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri, sebagai proyek percontohan pengentasan kemiskinan melalui pendekatan Project Based Learning (PBL).

Dilansir dari laman Jatengprov, program yang digagas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng tersebut mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik daerah (BUMD), perangkat daerah, serta masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong desa berkembang secara mandiri sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraannya.

"Harapannya, desa-desa itu bisa naik kelas, tidak miskin lagi, dan mampu bersaing dengan desa lain," ujar Luthfi di Semarang, pada 20 Agustus 2026.

Menurut Luthfi, persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya melalui bantuan ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan dasar, juga menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai kemiskinan.

"Pengentasan kemiskinan itu basisnya adalah layanan dasar, yaitu pendidikan. Saya berharap terobosan kreatif ini bisa mereduksi jumlah desa termiskin di tempat kita," katanya.

Desa Kepyar menjadi salah satu lokus Program Desa Dampingan Pemprov Jateng. Desa tersebut dihuni sekitar 4.400 jiwa, dengan sebagian masyarakat masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber penghasilan, termasuk bekerja sebagai buruh tani.

Program pendampingan akan dilakukan secara menyeluruh. Selain sektor ekonomi, sejumlah persoalan seperti pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, rumah tidak layak huni, sanitasi, literasi, dan inklusi keuangan turut menjadi perhatian.

Dari sisi ekonomi, Desa Kepyar memiliki sekitar 596 hektare lahan pertanian, delapan kelompok tani, 12 UMKM, dan 15 pedagang mikro. Potensi tersebut akan dikembangkan untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat.

Sementara itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu potensi yang akan dikembangkan. Desa Kepyar memiliki sejumlah destinasi dan aktivitas wisata, seperti agrowisata semangka dan melon, river tubing, Air Terjun Sanginan, serta Watu Lumbung.

Melalui pendekatan PBL, pengembangan pertanian, pendampingan UMKM, dan pengelolaan potensi wisata diharapkan dapat menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Luthfi menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.

"Tentu perlu kebersamaan antara universitas, masyarakat, BUMD, dan dinas terkait untuk ikut turun, sehingga masyarakat lebih berdaya dan tidak kembali miskin," tuturnya.

Pemprov Jawa Tengah berharap Desa Kepyar dapat menjadi contoh keberhasilan program pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal.

Jika berhasil, pola pendampingan tersebut akan dikembangkan sebagai model yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Jawa Tengah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
Gubernur Jateng Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi dalam Pengelolaan Anggaran Daerah
UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
Pemprov Jateng Buka Beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak 2026
Omzet Galeri UKM Jateng Tembus Rp439 Juta dalam Enam Bulan, Bakal Direbranding
Pemprov Jateng Perluas Akses Pendidikan, Ribuan Siswa Kurang Mampu Terbantu
komentar
beritaTerbaru