Minggu, 23 Agustus 2026

UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional

Sabtu, 22 Agustus 2026 09:50 WIB
UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turut meninjau sejumlah stan, Kamis (20/8/2026).

Semarang (buseronline.com) - Kreativitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Tengah dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi mendapat perhatian dalam Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Dilansir dari laman Jatengprov, pameran yang digelar di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada 20 Agustus 2026, menampilkan beragam produk UMKM dan kerajinan unggulan dari berbagai kabupaten/kota.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turut meninjau sejumlah stan. Salah satu yang menarik perhatian adalah stan Dekranasda Kabupaten Semarang yang menampilkan produk UMKM Tanganku berbahan dasar limbah.

Pemilik sekaligus desainer Tanganku, Kokos Trisada, mengatakan produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari batik ecoprint, tas, suvenir, aksesori hingga alas kaki.

Menariknya, sebagian produk tersebut dibuat dengan memanfaatkan plastik dan berbagai jenis limbah yang sudah tidak digunakan.

"Bahan bakunya dari limbah yang kami kumpulkan di sekitar Kabupaten Semarang. Kemudian dikembangkan oleh tim menjadi produk suvenir," kata Kokos.

Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar mancanegara. Suvenir Tanganku antara lain telah dipasarkan ke Australia, Jepang, Taiwan, China, Samoa, Amerika Serikat, dan Singapura.

Kokos mengatakan, penjualan produk suvenir mengalami peningkatan ketika kunjungan wisatawan di Bali memasuki periode ramai. Dalam kondisi tersebut, omzet penjualan suvenir di luar produk sandal dapat mencapai lebih dari 1.500 dolar AS atau sekitar Rp26,7 juta.

"Ini kebetulan Juli sampai Oktober di Bali agak ramai. Jadi kalau untuk souvenirnya saja di luar sandal bisa tembus di atas 1.500 dolar AS," ujarnya.

Untuk memperluas pasar, Tanganku memiliki dua lokasi penjualan di Bali yang menyasar wisatawan mancanegara. Produk yang ditawarkan dirancang agar mudah dibawa wisatawan ketika kembali ke negara asal.

Konsep tersebut disebut sebagai "ekspor tenteng", yakni produk UMKM yang dibeli langsung wisatawan untuk dibawa ke negara masing-masing. Konsep ini dinilai sesuai dengan kondisi bagasi pesawat yang semakin terbatas.

Potensi tersebut mendapat apresiasi dari Nawal Arafah Yasin. Ia menilai produk UMKM Jawa Tengah memiliki kekuatan besar untuk bersaing di pasar global karena mengangkat kekayaan budaya dan keberagaman wastra dari berbagai daerah.

"Yang paling menarik ini adalah potensi di Jawa Tengah, bagaimana produk-produk ini basisnya adalah kekuatan kebudayaannya. Sehingga itu yang bisa kita jual. Jadi, wastra-wastranya sangat beragam," ujar Nawal.

Menurutnya, keberagaman produk wastra Jawa Tengah menjadi salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya saing produk lokal. Mulai dari ecoprint, jumputan hingga batik memiliki karakteristik yang berbeda di setiap daerah.

Nawal mencontohkan batik Pekalongan yang memiliki ciri khas dan filosofi berbeda dengan batik dari Batang. Sementara Jepara memiliki produk tenun yang juga menjadi bagian dari kekayaan kerajinan Jawa Tengah.

"Dari 35 stan kabupaten/kota ini, kita melihat banyak sekali wastra yang memiliki ciri khas yang luar biasa," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nawal juga meluncurkan Klinik Ekspor yang akan beroperasi di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah.

Klinik tersebut disiapkan sebagai pusat konsultasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM yang ingin mengakses pasar internasional.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bandara Husein Sastranegara Disiapkan Jadi Etalase Produk UMKM Kota Bandung
Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
Gubernur Jateng Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi dalam Pengelolaan Anggaran Daerah
Uniqlo Kurasi Produk UMKM Medan, Buka Peluang Tembus Pasar Global
Pemprov Sumut Siapkan Rp50 Miliar untuk Modal UMKM Tahun 2027
komentar
beritaTerbaru