Ia mengatakan capaian swasembada beras, jagung, telur, dan komoditas lainnya perlu dilanjutkan dengan mendorong swasembada bawang putih, kedelai, gula, serta komoditas strategis lainnya.
Titiek mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami masa kejayaan bawang putih pada 1994-1995 ketika produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.
"Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?" ujar Titiek.
Ia menegaskan bahwa gerakan penanaman bawang putih harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Selain peningkatan produksi, kesejahteraan petani juga harus menjadi perhatian agar budidaya bawang putih memberikan pendapatan yang layak.
Dengan dukungan perluasan kawasan, sarana produksi, irigasi, alat dan mesin pertanian, serta ketersediaan benih, pemerintah optimistis produksi bawang putih nasional dapat terus ditingkatkan.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan impor dan mengembalikan Indonesia menuju swasembada bawang putih secara bertahap dan berkelanjutan. (R)
beritaTerkait
komentar