Nias Utara (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mendorong pengembangan industri hilir rumput laut di Kabupaten Nias Utara guna meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, rumput laut yang selama ini dijual sebagai bahan baku memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Hal itu disampaikan Surya saat meninjau lokasi budidaya rumput laut di Pantai Tureloto, Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Selasa.
Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung perkembangan budidaya rumput laut yang kini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat.
"Kita melihat bagaimana potensi besar dari budidaya rumput laut di sini. Apalagi pembelinya dari Kalimantan Utara. Yang dari jauh saja berminat, tentu menunjukkan kualitas rumput laut dari Nias Utara sangat baik," ujar Surya.
Ia menilai besarnya peluang pasar harus diimbangi dengan peningkatan produksi dan pengembangan industri pengolahan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh keuntungan dari penjualan bahan mentah, tetapi juga dari produk olahan seperti makanan, minuman, maupun produk turunan lainnya.
"Kita ingin usaha ini semakin baik, produksinya meningkat, dan kalau bisa tidak hanya mengirim bahan baku, tetapi juga mengembangkan industri rumahan untuk menghasilkan produk bernilai tambah," katanya.
Ketua Komunitas Koalisi Bahari Konservasi Laut Indah Lestari, Yanuarman Gulo, mengatakan budidaya rumput laut mulai dirintis sejak 2019. Namun pada awalnya, kelompoknya mengalami kesulitan memasarkan hasil panen karena belum memiliki pembeli dalam jumlah besar.
Perkembangan mulai terlihat sejak awal 2024 setelah mereka menjalin kerja sama dengan pembeli dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Selain membeli hasil panen, mitra tersebut juga memberikan pendampingan mengenai teknik budidaya sehingga produksi terus meningkat.
Saat ini, sekitar 50 warga terlibat dalam budidaya rumput laut dengan produksi mencapai sekitar satu ton rumput laut kering setiap pekan. Budidaya dilakukan menggunakan sekitar 2.500 tali sepanjang 20 meter yang ditanam secara bergilir sehingga panen dapat dilakukan setiap hari.
Rumput laut yang telah dikeringkan kemudian dikumpulkan di gudang di Gunungsitoli sebelum dikirim ke Kalimantan Utara setelah mencapai sekitar 14 ton. Dengan proses pengeringan yang baik, rumput laut dapat disimpan hingga satu tahun tanpa mengalami kerusakan.
Dalam kesempatan tersebut, Yanuarman berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa bantuan mesin perahu, peningkatan infrastruktur jalan, serta pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat untuk menjaga kualitas hasil panen dan mengembangkan produk olahan.
Menanggapi hal itu, Surya menegaskan Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan, termasuk budidaya rumput laut di Nias Utara.
Menurutnya, peningkatan produksi harus dibarengi dengan perluasan akses pasar dan pengembangan industri hilir agar manfaat ekonomi komoditas tersebut dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat. (P3)
beritaTerkait
komentar