Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mendorong modernisasi sektor perikanan melalui pengembangan budidaya udang vaname berbasis teknologi.
Dilansir dari laman Jatengprov, upaya tersebut ditunjukkan dengan
panen raya udang vaname di tambak milik Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Tugu yang berada di Kawasan Industri Wijayakusuma, Kota Semarang, Senin.
Panen raya tersebut ditinjau langsung oleh Ahmad Luthfi. Tambak seluas 1.561 meter persegi itu dinilai berhasil menjadi model percontohan revitalisasi tambak modern di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah melalui penerapan rekayasa teknologi budidaya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi mengatakan panen dilakukan di Petak B3 Loka PBI Tugu setelah masa pemeliharaan sekitar 82 hari. Produksi udang vaname ditargetkan mencapai 1,3 ton dengan ukuran rata-rata 60 ekor per kilogram.
Menurut Endi, budidaya dilakukan menggunakan sistem tertutup (closed system) karena lokasi tambak berada di kawasan industri. Sistem tersebut memungkinkan penggunaan air dari luar dalam jumlah minimal setelah melalui proses pengolahan menggunakan dolomit, kaporit, dan aerasi.
"Hasil panen dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram," kata Endi.
Selain menghasilkan udang berkualitas, Loka PBI Tugu juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Hingga Semester I 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan.
Pada kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi
Jawa Tengah memperkuat sentra pembibitan ikan dan udang di seluruh wilayah
Jawa Tengah.
Menurutnya, pembibitan menjadi sektor strategis karena biaya produksinya lebih murah, perputaran usaha lebih cepat, dan mampu mendukung ketahanan pangan.
Ia menegaskan balai-balai perikanan milik pemerintah harus menjadi pusat penyediaan benih unggul bagi para pembudidaya.
Selain itu, tenaga ahli dan penyuluh diminta lebih aktif mendampingi masyarakat mulai dari penyediaan benih, pembinaan budidaya, hingga pemasaran hasil panen.
"Sehingga masyarakat tidak akan mencari ke mana-mana. Dengan begitu, dinas kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujar Luthfi.
Menurutnya, sektor perikanan memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Dengan garis pantai yang membentang di 17 kabupaten/kota,
Jawa Tengah memiliki potensi besar, namun sebagian besar kawasan tambaknya masih dikelola secara tradisional sehingga memerlukan revitalisasi.
Luthfi mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait rencana revitalisasi sekitar 72 ribu hektare tambak di Pantai Utara Jawa Tengah.
Pemerintah pusat disebut siap memberikan dukungan penuh agar tambak-tambak yang belum produktif dapat segera difungsikan kembali guna meningkatkan produksi perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (R)
beritaTerkait
komentar