Medan (buseronline.com) - Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan menyampaikan 10 rekomendasi strategis kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI Tahun 2026 yang digelar di Kota Medan.
Rekomendasi tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah kota terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), sekaligus memuat berbagai usulan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan rekomendasi tersebut akan disampaikan langsung kepada Presiden beserta sejumlah menteri terkait.
"
APEKSI mendukung penuh Program Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden. Melalui rekomendasi ini kami juga menyampaikan berbagai kondisi riil dan tantangan yang dihadapi pemerintah kota agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif," ujar Eri usai penutupan Rakernas XVIII
APEKSI di Grand City Hall
Medan, Kamis.
Menurut Eri, rekomendasi pertama berfokus pada penguatan kapasitas fiskal daerah melalui reformasi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. APEKSI mengusulkan kejelasan pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), serta perluasan ruang fiskal agar pemerintah kota lebih leluasa menjalankan pembangunan.
APEKSI juga meminta pemerintah pusat mendukung pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) melalui APBN. Usulan tersebut disampaikan karena beban gaji P3K yang seluruhnya ditanggung APBD dinilai berpotensi membuat belanja pegawai melampaui batas ideal sehingga mengurangi anggaran pembangunan.
Selain itu, APEKSI mendorong percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas antarwilayah, transformasi tata kelola pemerintahan melalui integrasi data perlindungan sosial, serta sinkronisasi sistem perizinan nasional dengan tata ruang daerah guna mendukung investasi.
Di bidang lingkungan,
APEKSI mengusulkan percepatan pengembangan program pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) serta inovasi pengelolaan limbah yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sementara di sektor ekonomi, APEKSI berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis lebih banyak melibatkan UMKM lokal dan kantin sekolah sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Rekomendasi lainnya meliputi penyesuaian kebijakan tata ruang sesuai karakteristik wilayah perkotaan, penguatan kerja sama antardaerah, pendampingan hukum bagi pemerintah kota, hingga pelibatan generasi muda melalui program Youth City Changers (YCC) dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI, termasuk insan pers, panitia, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, serta para pekerja di berbagai sektor pendukung.
Rico berharap seluruh hasil pembahasan dan rekomendasi Rakernas XVIII
APEKSI dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan kota-kota di Indonesia.
"Semoga setiap kota membawa pulang pengalaman, inovasi, dan inspirasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. Dengan kolaborasi yang kuat antarkota, kita dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaulat," pungkasnya. (P3)
beritaTerkait
komentar