Senin, 29 Juni 2026

Warga Tiga Kecamatan di Labuhanbatu Sambut Perbaikan Jalan, Harap Ekonomi dan Pariwisata Kembali Bangkit

Senin, 29 Juni 2026 14:14 WIB
Warga Tiga Kecamatan di Labuhanbatu Sambut Perbaikan Jalan, Harap Ekonomi dan Pariwisata Kembali Bangkit
Warga di tiga kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu menyambut baik perbaikan ruas jalan Aek Nabara-Negeri Lama hingga Tanjung Sarang Elang yang saat ini tengah dikerjakan Pemprov Sumut.

Labuhanbatu (buseronline.com) - Warga di tiga kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu menyambut baik perbaikan ruas jalan Aek Nabara-Negeri Lama hingga Tanjung Sarang Elang yang saat ini tengah dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

Mereka berharap proyek tersebut segera rampung agar aktivitas ekonomi, pariwisata, serta akses menuju layanan kesehatan kembali lancar. Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Bilah Hulu, Bilah Hilir, dan Panai Hulu itu selama bertahun-tahun mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat terganggu dan berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi di sepanjang jalur tersebut.

Murni, pemilik warung makan di Tanjung Sarang Elang, mengatakan kerusakan jalan menyebabkan arus kendaraan yang melintas jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu. Akibatnya, pendapatan para pelaku usaha ikut menurun.

"Kalau dulu sekitar 10 sampai 15 tahun lalu saat jalannya masih bagus, banyak kendaraan yang melintas dari Tanjungbalai menuju Aek Nabara melalui Sei Berombang. Tapi sejak jalannya rusak, masyarakat lebih memilih melewati jalan lintas utama," ujarnya.

Menurutnya, perbaikan jalan akan membuka kembali peluang usaha masyarakat karena distribusi barang dan mobilitas warga menjadi lebih mudah.

Selain menjadi jalur penghubung antarkecamatan, kawasan Tanjung Sarang Elang juga memiliki potensi wisata, seperti Wisata Dua Pulau, Pulau Sikantan, kolam renang, dan sejumlah objek wisata bahari lainnya. Namun, buruknya kondisi jalan membuat jumlah wisatawan terus menurun.

"Dulu pengunjung ramai. Semakin rusak jalannya, semakin sedikit yang datang. Bahkan ada tempat wisata yang tutup. Kami berharap jalan ini segera selesai agar ekonomi masyarakat kembali hidup," katanya.

Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata, kerusakan jalan juga menyulitkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan.

Warga Aek Nabara, Amodi Dumoli Tua Sihite mengaku pernah kehilangan tetangganya yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit karena lambatnya akses akibat kondisi jalan yang rusak.

"Kami sangat berharap jalan ini cepat selesai supaya masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Saat ini, Pemprov Sumut tengah mengerjakan perbaikan ruas jalan Aek Nabara-Negeri Lama dan Negeri Lama-Tanjung Sarang Elang sepanjang 10 kilometer. Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD Rantauprapat Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Sumut, Henri Syahrizal menjelaskan pekerjaan dibagi dalam dua paket, yakni tiga kilometer pada ruas Aek Nabara-Negeri Lama dan tujuh kilometer pada ruas Negeri Lama-Panai Hulu.

"Target penyelesaian akhir tahun 2026. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat apabila selama proses pekerjaan terdapat gangguan terhadap pengguna jalan," kata Henri.

Perbaikan ruas jalan tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsinya sebagai jalur utama mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, menghidupkan kembali sektor pariwisata, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

Dengan infrastruktur yang semakin baik, pertumbuhan ekonomi di Bilah Hulu, Bilah Hilir, dan Panai Hulu diharapkan kembali meningkat. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KONI Labuhanbatu Gelar Coaching Clinic Pelatih untuk Persiapan Porprovsu 2026
Pemprov Sumut Alokasikan Rp158 Miliar untuk Perbaikan Jalan Aek Nabara-Negeri Lama-Tj Sarang
Plt Bupati Labuhanbatu Canangkan Bakti Sosial PKK-KB-Kes 2024
Tim Poslab Suratin U-17 Dilepas Pjs Bupati Labuhanbatu Hadapi PSSA Asahan
Polisi Dalami Pesan Ancaman Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Labuhanbatu
Perkara OTT Bupati Labuhanbatu Diduga Terima Suap Rp1,7 M
komentar
beritaTerbaru