Nawal menambahkan, pelaksanaan
Kapulaga akan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, Baznas, CSR perusahaan, perbankan, hingga perguruan tinggi agar akses pemberdayaan ekonomi masyarakat semakin luas dan merata.
"Dengan demikian
Kapulaga tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga solidaritas serta keadilan dan pemerataan ekonomi, khususnya bagi keluarga kurang mampu di perkotaan maupun pedesaan," tuturnya.
Program Kapulaga mulai dikembangkan di Jawa Tengah tahun ini melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan pedoman, sosialisasi, pembentukan kelompok usaha berdasarkan klaster, pelatihan dan inkubasi usaha, hingga pendampingan legalitas dan pemasaran produk.
Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, program
Kapulaga diharapkan menjadi gerakan bersama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Jawa Tengah.
"Saya berharap kolaborasi berbagai pihak ini dapat mewujudkan inovasi dalam pemberdayaan usaha ekonomi keluarga sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan menyejahterakan masyarakat," pungkas Nawal. (R)
beritaTerkait
komentar