Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga DP3APMP2KB Kota Medan Elviyanti Pohan mengatakan, monitoring secara langsung penting dilakukan untuk memastikan pendampingan yang diberikan kader TPK benar-benar berjalan dan memberikan dampak bagi keluarga sasaran.
Menurutnya, pendampingan harus dilakukan secara konsisten karena setiap keluarga memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda.
"Pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan, melalui pemenuhan gizi ibu dan edukasi mengenai pola makan sehat," ujarnya.
Melalui monitoring tersebut, DP3APMP2KB Kota Medan memastikan keluarga berisiko mendapatkan edukasi, pemantauan dan intervensi yang sesuai sehingga potensi terjadinya stunting dapat ditekan sejak dini.
Keberadaan kader TPK pun menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Mereka tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga hadir mendampingi keluarga, memberikan edukasi dan memantau perubahan kondisi sasaran secara berkala.
Perkembangan berat badan baduta yang menunjukkan peningkatan hingga ibu hamil yang berhasil terbebas dari anemia menjadi gambaran bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendampingan yang konsisten.
Upaya tersebut harus dimulai sejak masa kehamilan dan dilakukan sedekat mungkin dengan masyarakat agar setiap keluarga mendapatkan perhatian sesuai kondisi dan kebutuhannya. (P3)
beritaTerkait
komentar