Selasa, 09 Juni 2026

SKB Balikpapan Tengah Direvitalisasi, Kemendikdasmen Kucurkan Rp1,16 Miliar

Selasa, 09 Juni 2026 12:00 WIB
SKB Balikpapan Tengah Direvitalisasi, Kemendikdasmen Kucurkan Rp1,16 Miliar
Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, Jumat (5/6/2026).

Balikpapan (buseronline.com) - Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, yang telah puluhan tahun menjadi pusat layanan pendidikan non formal, akhirnya mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, bantuan senilai Rp1,163 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun kembali fasilitas belajar yang dinilai sudah tidak layak akibat usia bangunan yang telah mencapai lebih dari setengah abad.

Revitalisasi ini menjadi yang terbesar di Kota Balikpapan pada tahun 2026 dan merupakan bagian dari program pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan non formal sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, Jumat.

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan non formal memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tidak mengikuti jalur pendidikan formal.

"Belajar tidak semuanya di sekolah formal namun di pendidikan nonformal dan informal, dan ini contoh SKB sangat bagus dan sangat diminati. Kemudian alumninya banyak yang sukses setelah menyelesaikan kesetaraan Paket C," ujarnya.

Menurut Mu'ti, pemerintah terus berupaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui layanan pendidikan yang tersedia, mudah diakses, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kepala SKB Balikpapan Tengah, Yana Leony, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan non formal.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi bangunan SKB sebelumnya sudah tidak mampu mendukung kegiatan pembelajaran secara optimal.

Meskipun sejumlah renovasi telah dilakukan sejak tahun 2010, perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan belum menyentuh persoalan utama pada struktur bangunan.

"Pondasi bangunan sudah cukup rapuh sehingga menimbulkan kekhawatiran dan berpotensi membahayakan peserta didik saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Karena itu, bantuan revitalisasi ini sangat berarti bagi kami," kata Yana.

Melalui program tersebut, SKB Balikpapan Tengah akan mendapatkan pembangunan tiga ruang kelas baru lengkap dengan sarana pembelajaran berupa tiga set meja dan kursi guru serta 90 set meja dan kursi peserta didik.

Fasilitas baru itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperluas kapasitas pembelajaran bagi warga belajar yang mengikuti berbagai program di SKB, mulai dari PAUD, pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, Paket C, hingga pendidikan vokasi non formal.

Secara keseluruhan, pemerintah telah merevitalisasi 102 satuan pendidikan di Kalimantan Timur sepanjang tahun 2025. Pada tahun 2026, bantuan revitalisasi kembali dialokasikan kepada 21 satuan pendidikan, termasuk dua Sanggar Kegiatan Belajar sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan non formal.

Melalui revitalisasi ini, pemerintah berharap layanan pendidikan non formal semakin berkualitas dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan sepanjang hayat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
SE Kemendikdasmen Beri Kepastian bagi Guru Non-ASN Tetap Mengajar
Revitalisasi Pendidikan Vokasi di Jabar Digenjot, Pemerintah Gandeng Industri
Mendikdasmen Resmikan 26 Ruang Kelas Darurat di Sumbar Pascabanjir
Revitalisasi dan Digitalisasi Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan di Sidoarjo
Revitalisasi 16 Ribu Sekolah, SD Negeri Tando NTT Jadi Prioritas 2026
Revitalisasi Sekolah Diperkuat, Kemendikdasmen Prioritaskan Daerah 3T dan Sekolah Rusak
komentar
beritaTerbaru